Banjir dan Longsor Terjang Lubuklinggau

Sabtu, 20 September 2014 – 19:40 WIB

jpnn.com - LUBUKLINGGAU - Hujan deras yang mengguyur kota Lubuklinggau sehari semalam, sejak Jumat hingga Sabtu (20/9) pagi menyebabkan aliran sungai Mesat dan kali Seteki meluap, serta merendam sejumlah rumah warga yang tinggal dekat aliran sungai tersebut, setinggi satu meter.  

Berdasarkan pantauan di sejumlah wilayah di Lubuklinggau, banjir merendam puluhan rumah warga di wilayah kelurahan Muara Enim, kecamatan Lubuklinggau Barat I. Lalu, banjir juga merendam rumah warga di dua kelurahan di wilayah Kecamatan Lubuklinggau Timur II meliputi Karya Bakti dan Wirakarya.

BACA JUGA: Pengakuan Guru Madrasah Dijebak Siswinya Dianggap mengada-ada

Tak ayal, akibat banjir tersebut membuat sejumlah warga yang rumahnya terendam banjir terpaksa mengungsi. Bahkan, memindahkan sejumlah perabot rumah ke lokasi yang aman. Selain itu, banjir yang terjadi di Lubuklinggau ikut merendam sejumlah akses jalan protokol, salah satunya Jl. Yos Sudarso.  

Marni (28), warga RT 6, Kelurahan Muara Enim, kecamatan Lubuklinggau Barat I mengatakan, meluapnya air sungai Mesat sudah terjadi sejak dua hari kemarin. Rata-rata, luapan air sungai tersebut merendam puluhan rumah warga yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai (DAS) setinggi satu meter.

BACA JUGA: Usai Menjambret, Buron Polisi Dihajar hingga Tewas

"Luapan Air Sungai Mesat terjadi sekitar pukul 04.00 WIB dan surut sekitar pukul 07.00 WIB. Seluruh perabotan dapur, kompor dan kasur basah semua karena terendam air," katanya dilansir Sumeks (JPNN Grup), Sabtu (20/9).

Dia mengaku enggan pindah atau mengungsi ke rumah saudaranya untuk menghindari rendaman air, meskipun musibah banjir kerap menimpa beberapa rumah warga yang bermukim di DAS Mesat.

BACA JUGA: Diterjang Ombak, Kapal Nelayan Tenggelam

"Kami berjaga-jaga saja saat hujan turun, kalau mau mengungsi ke rumah saudara jauh semua. Jadi kami tetap berada di dalam rumah selama air sungai meluap,"  ujarnya.

Sementara itu, ketua RT 6, Kelurahan Muara Enim, Mulyadi menerangkan, ketika hujan turun deras, kemungkinan besar aliran sungai Mesat meluap dan merendam sejumlah rumah warganya.

"Ada dinding rumah warga yang bolong karena di hantam potongan kayu yang hanyut di sungai. Saya terus memberikan imbauan kepada warga supaya meningkatkan kewaspadaan selama hujan deras, karena sungai Mesat ini mengelilingi rumah-rumah warga. Jadi sewaktu-waktu bisa meluap," ungkapnya.

Di tempat lain, musibah banjir bandang di sertai longsor juga menimpa puluhan rumah warga di RT 07, kelurahan Karya Bhakti dan RT. 08, kelurahan Wira Karya, kecamatan Lubuklinggau Timur II. Pagi hari, sejumlah warga yang rumahnya terendam banjir dan lumpur terlihat sibuk membersihkan perabotan rumah.

Sedangkan warga lainnya memangkas pohon jengkol yang tumbang ke dalam sungai Mesat.

"Di sini ada 7 rumah yang terendam banjir yakni rumah Mursiyem, Lili, Parman, Iin, Edison dan Iden. Luapan air sungai mulai naik sekitar pukul 04.30 Wib, tapi kami sudah siaga semua," kata Paidi (30) warga sekitar.

Sama halnya dikatakan Sugianto (51). Dikatakannya, akibat terjangan air hujan yang turun semalaman membuat tanah di bagian belakang rumahnya longsor dan menutup akses jalan. Dia bersama rekan-rekannya langsung membersihkan gundukan tanah yang menutupi jalan menggunakan peralatan seadanya.

"Hujan turun deras sekali membuat tanah jadi longsor. Bahkan, sekitar 2 meter lagi longsor itu merobohkan dapur rumah saya," katanya.(wek)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Razia di Diskotek Polisi Gagal dapat Narkoba


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler