Banjir, Petani Wajo Rugi Rp 200 Miliar

Senin, 09 Juli 2018 – 20:48 WIB
Wilayah terdampak banjir di Kelurahan Maccero, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Senin (9/7). Foto: Fathan Sinaga/JPNN

jpnn.com, WAJO - Seluas 91.126 hektare lahan pertanian di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan terdampak banjir sehingga gagal panen. Banjir itu akibat luapan Danau Tempe.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sulsel Fitriani mengatakan, banjir ini merupakan yang terparah selama sepuluh tahun ke belakang.

BACA JUGA: Kementan: Indonesia Kembali Ekspor Bawang Merah ke Singapura

"Airnya itu luapan beberapa aliran sungai dari hulu," kata dia saat meninjau lahan terdampak banjir di Kelurahan Maccero, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, Senin (9/7).

Fitriani memantau, genangan lahan pertanian tampak meluas sejak pekan lalu.

BACA JUGA: Simak, Ini Cara Mencegah Virus Kuning pada Cabai

Di Kecamatan Belawa, kata dia, merupakan daerah paling parah terdampak gagal panen, yaitu seluas 3.785 hektare.

"Memang ini fenomena setiap tahun. Tetapi, tahun lalu hanya 300 hektare," kata dia.

BACA JUGA: Menteri Amran Membagikan Pupuk dan Bibit ke Petani, Gratis!

Sementara itu, Kabid Pertanian, Sarana dan Prasarana Kabupaten Wajo Muhammad Ashar menambahkan, setidaknya bencana banjir ini membuat rugi sektor pertanian senilai Rp 200 miliar.

"Rugi sekitar Rp 200 miliar. Itu angka kerugian terkecil dengan estimasi Rp 4.200 per kilogram gabah. Produktivitas kami rata-rata 6,2 ton per hektare," kata dia.

Mengenai banjir ini, menurut Ashar, pemerintah sudah mengeruk aliran Danau Tempe. Dia mengaku, bencana ini tidak bisa dihindari, hanya menunggu surut untuk menanam kembali.

Rencananya, hari ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman akan mengunjungi lokasi terdampak banjir. Amran akan memberikan bantuan dan solusi kepada petani yang mengalami puso. (tan/jpnn)

Foto: Wilayah terdampak banjir di Kelurahan Maccero, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Senin (9/7). Fathan Sinaga

BACA ARTIKEL LAINNYA... FAO Dukung Pengembangan GIAHS di Indonesia


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
adv_kementan   Wajo  

Terpopuler