Bank Asing Bekukan Aset Afghanistan, Kok Negara Ini Sewot?

Sabtu, 18 September 2021 – 00:41 WIB
Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev, April 2019. Foto: ANTARA/Reuters

jpnn.com, MOSKOW - Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev pada Jumat mendesak negara-negara lain agar mencairkan aset Afghanistan yang disimpan di bank-bank asing untuk memfasilitasi dialog dengan pemerintah Taliban di Kabul.

Pasca pengambilalihan Afghanistan oleh Taliban, pemerintah Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan bahwa aset apa pun dari bank sentral milik pemerintah Afghanistan di AS tidak akan diserahkan kepada Taliban.

BACA JUGA: Dulu Ditarget, Taliban Sekarang Sikat Unit Anti-Pencucian Uang Afghanistan

Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan Afghanistan tidak akan mendapat akses ke sumber-sumber pemberian pinjaman.

Dalam pertemuan Shanghai Cooperation Organisation (SCO), blok keamanan yang dipimpin China dan Rusia, Mirziyoyev menyerukan pembicaraan antara blok tersebut dan Taliban, dan upaya untuk mencegah ekstremisme semakin meningkat.

BACA JUGA: Taliban Berkuasa, Diplomat Afghanistan Takut Pulang Meski Sudah Kehabisan Uang

Pencairan aset Afghanistan, kata dia, dapat membantu mencapai tujuan tersebut.

"Mengingat situasi kemanusiaan, kami mengusulkan untuk melihat kemungkinan pencairan aset Afghanistan di bank-bank asing," katanya.

BACA JUGA: Bicara Kebangkitan Taliban di Afghanistan, Sahroni Ingatkan BNPT

Presiden Rusia Vladimir Putin, yang pada saat itu berbicara melalui tautan video, juga mendesak adanya kemitraan antara SCO dan Kabul kendati ia tidak menyebutkan langkah konkret lainnya seperti pencairan aset Afghanistan.

Blok tersebut menggelar pertemuan mereka di Tajikistan, bekas republik Soviet lainnya yang berbatasan dengan Afghanistan.

Para pemimpin blok mengatakan mereka memulai proses untuk menerima Iran di organisasi tersebut yang juga mencakup India dan Pakistan. (ant/dil/jpnn)

 

Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler