Bank Bagikan Kartu Uang Elektronik Gratis Hingga 31 Oktober

Rabu, 11 Oktober 2017 – 16:30 WIB
Ilustrasi pengguna uang elektronik atau e-money. Foto: Dery Ridwansyah/JawaPos.com/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Ini kesempatan emas bagi para pengguna tol untuk memiliki kartu uang elektronik secara cuma-cuma.

Sebab, perbankan dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Kementerian Pekerjaan Umum akan membagikan kartu uang elektronik secara gratis.

BACA JUGA: Minggu Depan, Bank Indonesia Hadirkan Kartu Khusus untuk Tol

Pembagian dilakukan di seluruh ruas tol di Indonesia mulai Senin (16/10) hingga 31 Oktober mendatang.

Direktur Program Elektronifikasi Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Pungky Purnomo Wibowo menuturkan, kartu yang dibagikan hanya fisik kartu uang elektronik.

BACA JUGA: Berlakukan Pembayaran NonTunai di Gerbang Tol, Ini Alasan BI

”Yang gratis kartu tol saja, lho. Bukan saldonya,” tutur Pungky, Selasa (10/10).

Selama ini, bank membanderol harga fisik kartu uang elektronik rata-rata Rp 20 ribu per keping.

BACA JUGA: Genjot Penerbitan E-Money, Mandiri Incar Rp 6 Triliun

Harga itu belum termasuk saldo di dalam kartu. Jika konsumen membeli kartu dengan saldo Rp 30 ribu, harga yang harus dibayar adalah Rp 50 ribu.

Jika konsumen membeli kartu bersaldo Rp 80 ribu, uang yang harus dikeluarkan Rp 100 ribu.

Dengan program tersebut, konsumen yang membeli uang elektronik di gerbang tol akan mendapatkan saldo sesuai harga yang dibelinya.

Jika satu kartu Rp 50 ribu hanya berisi saldo Rp 30 ribu, konsumen akan mendapatkan saldo Rp 50 ribu.

Artinya, tidak ada potongan yang dikenakan untuk biaya fisik kartu.

Dalam program tersebut, perbankan menyiapkan 1,5 juta keping kartu.

Bank yang berpatisipasi adalah Bank Mandiri, BNI, BTN, BRI, dan BCA.

Masing-masing bank menyiapkan 300 ribu kartu. Kartu dibagikan berdasar persentase volume mobil yang lewat di satu ruas tol.

Fasilitas kartu gratis tersebut dapat dimanfaatkan konsumen jalan tol yang belum mempunyai kartu uang elektronik, saldo dalam kartunya kurang, maupun yang berminat membeli kartu baru.

Satu mobil hanya diperbolehkan membeli satu kartu.

”Per Desember 2017 tambah lagi bank penerbit kartu uang elektronik. Ada Bank DKI, Nobu Bank, dan Bank Mega,” jelas Pungky.

Dengan fasilitas gratis biaya kartu uang elektronik, penetrasi nontunai diharapkan semakin mudah diterapkan. (rin/c21/noe)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Internet Belum Merata, Bulungan Tak Siap Terapkan e-Money


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler