Bank Neo Commerce Beberkan Strategi Jitu untuk Hadapi Tahun Depan

Selasa, 19 Desember 2023 – 20:44 WIB
Jajaran PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) atau BNC melakukan sesi foto seusai acara Public Expose di kawasan SCBD, Selasa (19/12). Foto: Dedi Sofian

jpnn.com, JAKARTA SELATAN - PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) atau BNC memiliki sejumlah strategi untuk menghadapi tahun depan.

Salah satunya ialah melakukan efisiensi ekstrem.

BACA JUGA: Kinerja Bank Neo Commerce Makin Positif Berkat Perluasan Layanan

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bank Neo Commerce Aditya Windarwo bahwa bank telah menetapkan sejumlah target pada 2024.

Misalnya, penyaluran kredit ditargetkan tumbuh 20-25 persen pada 2024.

BACA JUGA: Langkah Transformasi Bank Neo Commerce Sukses Tingkatkan Kinerja

"Dana pihak ketiga (DPK) pun ditargetkan mengikuti pertumbuhan kredit bank," kata Aditya Windarwo, dalam acara Public Expose di kawasan SCBD, Selasa (19/12).

Selain itu, kata dia, Bank Neo Commerce juga menargetkan kinerja laba positif pada tahun depan.

BACA JUGA: Dirut Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan Mengundurkan Diri

"Laba full year tahun depan. Saya tidak mau menyebutkan targetnya berapa, yang jelas ada inisiatif yang kami lakukan, ini berpengaruh ke tingkat laba," ujar Aditya.

BNC menerapkan pengelolaan layanan operasional perbankan yang efisien antara lain melalui optimalisasi layanan transaksi perbankan digital serta penerapan digitalisasi pada proses bisnis.

Selain efisiensi, pada 2024 BBYB juga akan meningkatkan revenue stream, seperti dari pendapatan berbasis komisi atau fee based income.

Bank juga berupaya menggenjot pendapatan dari lini produk non bank, seperti reksadana dan bancassurance.

Menurut dia, pihaknya menyiapkan sejumlah strategi yang akan dijalankan pada 2024 mendatang.

"Salah satunya efisiensi biaya ekstrem dibandingkan periode sebelumnya," ujar Aditya.

Dia mengatakan pada tahun pertama meluncur sebagai bank digital, Bank Neo Commerce banyak mengeluarkan biaya untuk program promosi. Alhasil, sejumlah beban menggunung dan bank membukukan kerugian.

"Tapi kami kemudian dapat pembelajaran bahwa masuk ke pasar bisa dilakukan dengan lebih efisien," ujarnya.

Selain efisiensi, pada 2024 BNC juga akan meningkatkan revenue stream, seperti dari pendapatan berbasis komisi atau fee based income. Bank juga berupaya menggenjot pendapatan dari lini produk non bank, seperti reksadana dan bancassurance.

Memasuki tahun ketiga transformasinya, BNC kini telah melayani berbagai kalangan nasabah, baik nasabah individu, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), maupun korporasi seiring dengan semakin lengkapnya layanan dan produk yang tersedia di BNC.

Masyarakat kini dapat menggunakan beragam layanan, mulai dari layanan pembayaran melalui QRIS sampai dengan transaksional bisnis dan payroll.

Diketahui, berdasarkan laporan keuangan sampai dengan posisi September 2023, BNC mencatatkan peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 20,76% menjadi Rp 15,30 triliun pada September 2023, dibandingkan September 2022 sebesar Rp 12,67 triliun.

Kenaikan juga dicatatkan BNC pada pencapaian penyaluran kredit, pada September 2023 yang sebesar Rp 10,96 triliun tumbuh 22,73 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 8,93 triliun.

Kenaikan ini didorong dari penyaluran kredit secara digital yang dilakukan oleh BNC dengan menggandeng mitra-mitra strategisnya.

Dengan demikian, Aset BNC juga mengalami peningkatan sebesar 21,58% menjadi Rp 19,45 triliun pada September 2023, dibandingkan aset pada periode sebelumnya sebesar Rp15,99 triliun. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Nasabah Makin Percaya, Bank Neo Commerce Lanjutkan Tren Positif


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
PT Bank Neo Commerce   ekstrem   QRIS   Bank   Scbd  

Terpopuler