Bantah Kabar Eksodus, Venezuela Mengaku Dikerjai Media

Rabu, 05 September 2018 – 15:43 WIB
Warga Venezuela mengantre untuk masuk ke wilayah Kolombia. Foto: Reuters

jpnn.com, JAKARTA - Kondisi yang terjadi di Venezuela tidak seperti pemberitaan media asing. Negara di kawasan Amerika Selatan itu tidak terpuruk-terpuruk amat seperti yang diberitakan luas.

Demikian yang disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Venezuela Ruben Dario Molina saat menjawab pertanyaan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) Muhammad Anshor terkait bagaimana kondisi sebenarnya yang terjadi di Venezuela saat dalam diskusi di Kemlu, Selasa (4/9).

BACA JUGA: Takut Diserbu Imigran, Brasil Cs Patungan untuk Venezuela

Ruben menjelaskan banyak media yang memanipulasi pemberitaan dan menyebarkan kabar kebohongan.

Salah satunya mengenai pemberitaan media yang menuduh Presiden Venezuela Nicolas Maduro sebagai teroris.

BACA JUGA: Venezuela: Dulu Negara Terkaya, Kini Ditinggal Warganya

"Mereka (media) menuduh Presiden Maduro merupakan penyelundup narkoba, mereka menuduh Presiden Venezuela mengancam ketua-ketua oposisi Venezuela," ungkapnya.

Ruben menambahkan sejak tahun 2015 ada beberapa pihak yang mulai mengaplikasikan sanksi bilateral, mulai dari Amerika Serikat yang disusul Uni Eropa dengan melakukan hal yang sama.

BACA JUGA: Krisis Venezuela: Mata Uang Digital Gagal Total

Hal ini jugalah yang menambah buruk pemberitaan media terkait situasi Venezuela sekarang ini.

"Kami juga sangat sedih melihat ada beberapa negara amerika latin dan karibia yang juga ikut melakukan hal yang sama. Kita diserang dari berbagai oposisi," ujarnya.

Selain itu, ada juga Media yang memberitakan masyarakat Venezuela bermigrasi akibat krisis ekonomi. Hal tersebut telah memprovokasikan masyarakat Venezuela untuk berpindah dari negaranya sendiri.

"Kami sebagai warga Venezuela tidak pernah ada yang berimigrasi, justru malah Venezuela sebagai negara penerima imigran dari negara lain," ungkap Ruben.

Ruben juga memastikan, kondisi yang terjadi di negaranya tidak seperti pemberitaan yang telah beredar. Saat ini, sambung Ruben, Venezuela terus melakukan perbaikan di sektor ekonomi, mulai dari mengubah sistem mata uang, pembentukan parlemen baru dan mempererat hubungan bilateral dengan negara-negara lain.

Dia juga menyampaikan, saat ini masyarakatnya sangat percaya dengan pemerintahan Presiden Nicolas Maduro. Oleh karena itu pemberitaan sistem perekonomian di Venezuela hiperinflasi tidak terjadi sama sekali. (nes/rmol)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Krisis Ekonomi Rasa Perang Sipil di Venezuela


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler