Banteng Muda Yakini Jokowi Lebih Sakti ketimbang Riza Chalid

Selasa, 15 Desember 2015 – 22:33 WIB
Ketua Komunitas Banteng Muda (KBM) Banyu Biru Djarot (duduk bersila) saat mendengar wejangan dari para veteran pejuang kemerdekaan pada acara ulang tahun KBM ke-1 di Jakarta, Selasa (15/12) malam. Foto: KBM for JPNN.Com

jpnn.com - JAKARTA - Komunitas Banteng Muda (KBM) menggelar perayaan hari ulang tahunnya yang pertama di Jakarta, Selasa (15/12) malam. Dalam acara itu, KBM mengharapkan Presiden Joko Widodo benar-benar bertindak tegas terhadap praktik mafia di bidang pertambangan dan energi.

Ketua KBM Banyu Biru Djarot dengan ketegasan Jokowi -sapaan Joko Widodo- maka negara tidak akan kalah oleh sepak terjang mafia yang melibatkan pengusaha dan politikus. Karenanya, KBM mengeluarkan  tiga seruan atau Triseru sebagai respons atas kondisi terkini termasuk kasus Papa Minta Saham yang menyeret Ketua DPR Setya Novanto dan pengusaha minyak, Riza Chalid.

BACA JUGA: Dalam Dua Hari, KPK Periksa 11 Pejabat Sumut

Banyu mengatakan, seruan pertama KBM adalah agar DPR membenahi etika para pimpinannya secepat mungkin. “Dan tanpa mengganggu agenda-agenda penting DPR,” ujarnya.

Seruan kedua adalah ajakan melawan mafia migas yang telah mengganggu upaya mewujudkan Nawacita. “Kami yakin Presiden Jokowi lebih sakti dari Riza Chalid,” sambung Banyu.

BACA JUGA: Menteri Susi Memang Populer tapi...

Sedangkan seruan ketiga adalah melawan kriminalisasi pers seperti yang dialamai sebuah televisi swasta yang gencar membelejeti Setya Novanto. Sebab, kriminalisasi terhadap pers merupakan upaya mengembalikan praktik era Orde Baru.

Banyu mengaku ingat betul ketika pemberedelan majalah Tempo, Editor dan tabloid Detik di era Orde Baru. “Saya ikut merasakan betapa pahitnya pemberedelan itu ketika Detik, koran ayah saya diberedel,” ujar putra Eros Djarot itu.

BACA JUGA: Pak Jokowi, Tolong Usir Perusahaan Hong Kong dari Tanjung Priok

Politikus muda yang sebelumnya dikenal sebagai aktor itu menambahkan, kini etika sudah hampir mati karena moralitas tak dikedepankan lagi dan korupsi merajalela. Salah satunya adalah kasus Papa Minta Saham.

“Yang salah pantang mundur, yang benar malah dihajar. Ternyata perjuangan belum selesai,” tutur Banyu di acara yang juga dihadiri para veteran perang kemerdekaan itu.(ara/JPG/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kejaksaan Agung Periksa Anak Buah Hary Tanoe


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler