Bantu Pengairan di Lahat, Ditjen PSP Kementan Beri Bantuan Pompa

Jumat, 25 September 2020 – 15:06 WIB
Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Sarwo Edhy dan jajarannya. Foto: Humas Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Untuk membantu memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian di Lahat, Sumatera Selatan, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementerian Pertanian memberikan bantuan pompa.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bantuan pompa ini diberikan untuk memastikan air tetap mencukupi untuk kebutuhan pertanian.

BACA JUGA: Hari Tani Nasional 2020, Bupati Purwakarta Apresiasi Program Terobosan Kementan

“Kami ingin memastikan air tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan pertanian. Jika sumber air masih tersedia, bantuan pompa sudah sangat mencukupi, kita tinggal ambil dari sumber air dan memastikan lahan terairi sehingga pertanian bisa terus berlangsung,” kata Mentan SYL, Jumat (25/9/2020).

Hal senada disampaikan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Sarwo Edhy.

BACA JUGA: Kementan Dukung Kelancaran ELN Guna Permudah Eksportir dan Importir

“Bantuan yang diberikan tentu disesuaikan dengan karakteristik lahan pertanian. Karena di lahat sumber air masih tersedia, kita beri bantuan pompa untuk menarik air,” tuturnya.

Ditambahkannya, dengan bantuan ini diharapkan pertanian di Lahat bisa berlangsung maksimal.

BACA JUGA: Ingat, Seluruh Fraksi di DPR Setujui Pemberhentian Gatot Nurmantyo dari Panglima TNI

“Kami harapkan bantuan pompa untuk memenuhi kebutuhan air ini bisa membuat luas areal tanam bertambah. Yang tentu saja bisa berdampak baik pada produktivitas petani,” tukasnya.

Bantuan pompa Ditjen PSP ini disalurkan untuk pertanian di Desa Rindu Hati, Kecamatan Gumay Ulu, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

Bantuan pompa dikerjakan secara swakelola oleh Kelompok Tani Sudi Maju IV yang memiliki anggota berjumlah 15 orang. Pompa akan menarik air dari sumber yaitu danau.

“Bantuan pompa yang kita berikan berkapasitas 8,5 PK, dengan diameter 4 inchi. Terdapat juga rumah pompa ukuran 4 meter persegi dengan ukuran pipa 4/2,5 inci. Panjang pipa 85 meter dengan bak tampung berkapasitas 3200 meter persegi,” katanya

Luas oncoran dari bantuan pompa ini adalah 25 hektare dengan komoditas kopi. Produktivitas awal 13.700 kg. Sarwo Edhy berharap dengan bantuan ini, produktivitas diharapkan bisa semakin meningkat.(ikl/jpnn)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler