Banyak Honorer K2 Tak Layak Jadi PNS

Kamis, 26 Juli 2018 – 13:01 WIB
Massa Honorer K2 melakukan aksi unjukrasa di depan Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Jakarta, Kamis (23/2). Mereka menuntut penyelesaian pengangkatan honorer K2. Foto : Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji mendukung langkah pemerintah untuk memberlakukan tes kepada honorer K2 (kategori dua), termasuk guru, yang ingin menjadi PNS.

Demikian juga tes P3K (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) bagi honorer yang tidak memenuhi persyaratan CPNS.

BACA JUGA: Beberapa PNS Sudah Dipantau

"Saya setuju dengan solusi pemerintah. Kalau dilihat kepentingan bangsa, memang harusnya orang-orang pilihan yang diserahkan tanggung jawab menjadi pendidik generasi penerus bangsa," kata Indra kepada JPNN, Kamis (26/7).

Dia menegaskan, tidak bisa sembarang orang diserahi tanggung jawab mendidik siswa. Bagaimana bisa maju pendidikan Indonesia bila gurunya berkualitas rendah.

BACA JUGA: Gaji Guru Honorer K2 Rp 200 Ribu, Ongkos Ojek Rp 10 Ribu

Indra menilai, pemerintah sudah tahu jelas kualitas para guru yang memang butuh peningkatan kompetensi. Namun, posisi pemerintah serba salah bila harus memberhentikan honorer K2.

"Kalau diberhentikan, pasti chaos. Dan melihat tahun depan itu ada pilpres dan pileg pasti akan ada yg memanfaatkan situasi ini," ucapnya.

BACA JUGA: Matkiso Ancang-ancang Berhenti jadi Guru Honorer K2

Dia juga mengimbau seluruh pihak tidak mendorong honorer K2 menjadi CPNS maupun P3K. Sebab, banyak yang tidak layak dipekerjakan sebagai aparatur sipil negara. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pembahasan Revisi UU ASN Bakal Molor Hingga 2019? Sabar ya..


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler