Banyak Oknum Polisi Bermasalah, Direktur PRPHKI: Kapolri Harus Potong Generasi

Senin, 17 Oktober 2022 – 15:49 WIB
Kapolri Jenderal Listiyo Sigit Prabowo. Foto : Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Pusat Riset Politik Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI) Saiful Anam mengomentari soal kasus peredaran narkoba jenis sabu-sabu dengan tersangka Irjen Teddy Minahasa dan perkara besar lainnya yang melibatkan polisi.

Anam mengatakan berbagai macam prestasi buruk yang diperlihatkan Polri telah menjatuhkan tingkat kepercayaan publik terhadap polisi.

BACA JUGA: Habiburokhman: Kapolri Tidak Perlu Ragu Menindak Oknum Polisi yang Melanggar Hukum

Menurut Anam, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo harus melakukan potong generasi bagi Polri.

"Tidak ada cara lain saya kira bagi kapolri selain melakukan potong generasi di Polri, yaitu dengan cara melakukan reformasi besar-besaran bagi pejabat Polri," ujar Anam kepada JPNN.com, Minggu (16/10).

BACA JUGA: Saran Bang Reza untuk Kapolri demi Mengungkap Polisi Terlibat Narkoba, Begini

Anam menambahkan saat ini merupakan waktu yang tepat bagi kapolri untuk melakukan reformasi besar-besaran di tubuh Polri.

"Ini saatnya bagi kapolri yang dekat dengan Presiden Jokowi untuk tidak takut dan all out total untuk mereformasi Polri. Polri akan lebih baik dari masa-masa sebelumnya apabila Kapolri Listyo Sigit benar-benar bersungguh-sungguh dalam mereformasi Polri," ujar Anam.

BACA JUGA: Soal Kasus Irjen Teddy Minahasa, Anam: Polri Sedang di Ujung Tanduk

Dalam hal pengungkapan polisi yang terlibat narkoba, Anam melanjutkan harus dilaksanakan tes urine kepada seluruh anggota Polri oleh pihak eksternal Polri.

"Kalau perlu sangat penting menurut saya untuk melakukan tes urine secara massal bagi seluruh anggota Polri di Indonesia dengan melibatkan pengawas eksternal Polri yang berasal dari tokoh masyarakat maupun para pemuka agama di Indonesia," ujar Anam.

Saat ini, Polri kembali menjadi sorotan publik karena kasus Irjen Teddy Minahasa terlibat peredaran narkoba jenis sabu-sabu.

Kapolda Sumatera Barat itu diduga terlibat jual beli barang bukti sabu-sabu sebanyak 5 kilogram (Kg).

Buntut perbuatannya itu, Irjen Teddy Minahasa batal dimutasi sebagai Kapolda Jawa Timur.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun memutasinya ke Pelayanan Markas (Yanma) Polri.

Jenderal Listyo pun menunjuk Irjen Toni Harmanto. Irjen Toni sendiri sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Selatan. (cr1/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dipecat dari Polri, 3 Oknum Polisi Pelaku Perampokan di Medan Ajukan Banding


Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Dean Pahrevi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler