Banyak Tantangan, Mendag Berkomitmen Kendalikan Inflasi 2022

Rabu, 19 Januari 2022 – 16:53 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi bicara soal inflasi 2022. Foto: Arry Saputra/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menegaskan Kementerian Perdagangan berkomitmen menjaga pengendalian inflasi 2022.

"Sejumlah langkah strategis akan dilakukan agar pemulihan kinerja perdagangan terus berlanjut," ujar Mendag, Rabu (19/1).

BACA JUGA: Mendag: Saya Jamin Harga Minyak Goreng Rp 14 Ribu Per Liter

Sementara itu, di sektor perdagangan dalam negeri Mendag Lutfi memaparkan secara umum inflasi volatile food sepanjang 2021 sebesar 3,20 persen (YoY), relatif rendah dibanding tahun sebelumnya sebesar 3,62 persen.

Pada 2021, volatile food menyumbang 16 persen dari keseluruhan inflasi yang tercatat sebesar 1,87 persen (YoY).

BACA JUGA: Perbuatan KH Bikin Seluruh Orang Tua Naik Pitam, Terima Kasih Polisi

Artinya, jika dilihat dinamika inflasi selama empat tahun terakhir, terdapat dua periode kenaikan harga setiap tahunnya, yakni pada periode Puasa–Lebaran serta Natal–Tahun Baru.

"Namun, pada periode Puasa–Lebaran 2021, inflasi volatile food di bawah satu persen.

BACA JUGA: Lihat Nih, Wanita Muda yang Tega Buang Bayinya Sendiri, Astagfirullah!

Hal itu menunjukkan tidak terjadi kenaikan harga yang terlalu signifikan. Ini Disebabkan oleh pasokan pangan yang cukup dan permintaan yang belum pulih sepenuhnya akibat pandemi.

Sementara itu, pada periode Natal dan Tahun Baru 2021, komoditas yang menyumbang inflasi seperti telur, daging ayam, minyak goreng, cabai rawit merah, dan daging sapi.

“Namun, jika dilihat dari harga-harga tersebut, saat ini cabai sudah turun signifikan dibanding akhir tahun lalu, sedangkan telur saat ini harganya sudah mendekati harga acuan,” jelas Mendag.

Begitu juga pada 2022, Mendag mewaspadai beberapa risiko yang akan dihadapi, di antaranya volatile food, kenaikan harga pangan saat Lebaran, Natal, dan Tahun Baru harus dijaga.

Selain itu, adanya kenaikan harga komoditas seperti minyak goreng serta antisipasi kondisi cuaca.

“Hal tersebut harus diwaspadai terutama pada triwulan pertama. Untuk itu, perlu disiapkan mitigasi, misalnya dengan meningkatkan stok supaya inflasi pada volatile food dapat dijaga," jelas Mendag.

Dia mengatakan beberapa cara dilakukan agar inflasi tetap normal, yaitu dengan menjaga produksi, perubahan suplai agar stok di dalam negeri tetap ada, serta menjaga agar administered prices tidak naik.(mcr28/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Berita Duka, Komikus Senior Meninggal Dunia Karena Pneumonia


Redaktur : Rasyid Ridha
Reporter : Wenti Ayu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler