Bareskrim Polri Ungkap Penyebab Kelangkaan Kacang Kedelai Impor di Pasaran

Rabu, 06 Januari 2021 – 17:01 WIB
Satgas Pangan Bareskrim Polri saat mengecek ketersediaan kedelai ke gudang importir kedelai, PT Segitiga Agro Mandiri, Bekasi, Jawa Barat. (ANTARA/ HO-Polri)

jpnn.com, JAKARTA - Mabes Polri mengungkap penyebab terjadinya kelangkaan kacang kedelai impor di pasaran sehingga berimbas pada kenaikan harga tahu dan tempe di awal tahun 2021 ini.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divhumas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan menjelaskan kelangkaan itu diduga karena keterlambatan proses pendistribusian dari negara produsen ke Indonesia akibat pandemi COVID-19.

BACA JUGA: Harga Kedelai Gila-gilaan, Bareskrim Turun Tangan

Menurut Kombes Ramadhan, sejak pertengahan Oktober hingga Desember 2020, kapal yang langsung menuju Indonesia sangat jarang sehingga menggunakan angkutan tujuan negara Singapura,

"Dan sering terjadi keterlambatan dikarenakan menunggu waktu dalam konekting ke Indonesia," kata Kombes Ramadhan di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (6/1).

BACA JUGA: Gilbert Simanjuntak: Aksi Blusukan Mensos Risma untuk Melihat Kenyataan di Jakarta

Kondisi ini menyebabkan waktu tiba kedelai impor di Indonesia mengalami keterlambatan antara dua hingga tiga pekan.

Selain itu, harga beli kedelai dari negara asal juga mengalami kenaikan yang sebelumnya Rp 6.800 menjadi Rp 8.300 per kg.

BACA JUGA: Info Terbaru Skema Rekrutmen PPPK 2021 dari BKN, Termasuk Guru, Tolong Disimak

Menurut dia, 95 persen kebutuhan kedelai di Indonesia bergantung pada impor dari negara produsen yakni Amerika, Brazil dan Argentina.

Total kebutuhan kacang kedelai secara nasional tercatat sebanyak 3.130.495 ton. Jumlah tersebut digunakan untuk pemenuhan industri (besar, sedang, mikro kecil) sebanyak 3.092.351 ton.

Berikutnya untuk konsumsi tahu dan tempe sebanyak 13.480 ton, benih sebanyak 9.858 ton dan potensi hilang/ tercecer sebanyak 14.806 ton.

Sementara pemenuhan kacang kedelai dari dalam negeri atau lokal tercatat hanya sebanyak 296.124 ton.

"(Produksi dalam negeri) tidak dapat mencukupi kebutuhan nasional, sehingga perlu didukung pemenuhan melalui impor," tuturnya.

Dia juga menjelaskan bahwa ketersediaan kacang kedelai yang ada saat ini diperkirakan sebanyak 411.975 ton, sedangkan stok yang ada di importir ada 200.000 ton, dan 250.000 ton masih berada di Singapura menunggu keberangkatan.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler