Baru 52 Bahasa Daerah Direvitalisasi, Kemendikbudristek Meningkatkan Target

Jumat, 14 Oktober 2022 – 18:00 WIB
Kepala Badan Bahasa, E. Aminudin Aziz. Foto Kemendikbudristek

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memantik semangat generasi muda pada peringatan ke-94 Sumpah Pemuda tahun ini. Bertepatan dengan Sumpah Pemuda, setiap Oktober, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) merayakan Bulan Bahasa dan Sastra.

Kepala Badan Bahasa, E. Aminudin Aziz menggarisbawahi pentingnya peran pemangku kepentingan dalam mewujudkan bangsa yang sehat. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan bahasa sebagai media komunikasi efektif untuk mengedukasi masyarakat terkait protokol kesehatan, misalnya. 

BACA JUGA: Bertambah Lagi Museum Baru di Indonesia, Begini Harapan Kemendikbudristek 

QIa mengatakan bahwa implementasi bahasa secara ‘sehat’ adalah bagaimana agar bahasa tersebut digunakan dengan baik, pantas, dan masif di masyarakat. 

Aminudin menyebutkan berbagai kampanye terkait bahasa dan sastra telah dilakukan.

BACA JUGA: Kemendikbudristek Buka Beasiswa S1 Luar Negeri, Buruan Daftar, Syaratnya Ringan 

Antara lain, bekerja sama dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 dalam penerbitan Buku Pedoman Perubahan Perilaku dalam Berbagai Bahasa Daerah.

Aminudin Aziz menyebut produk tersebut telah diterima dengan baik oleh masyarakat sehingga turut berdampak dalam proses internalisasi budaya baik yakni penerapan protokol kesehatan di masa pandemi.

BACA JUGA: Kemendikbudristek dan Suntory Bangun Pusat Pelatihan Guru di Palu

“Partisipasi masyarakat dalam menggunakan bahasa secara baik membuat kami terkesan. Kami mengapresiasi peran pemerintah daerah, dinas pendidikan, maupun komunitas/pegiat bahasa dan sastra di seluruh Indonesia,” ungkapnya. 

Adapun buku Pedoman Perubahan Perilaku dalam Berbagai Bahasa Daerah tersebut telah dialihbahasakan ke dalam 117 bahasa daerah. 

Kepala Badan Bahasa mengaku bangga ketika masyarakat bersama dengan lembaga pemerintah terlibat dalam kampanye untuk berbahasa ‘sehat’ sehingga dampaknya bisa dirasakan secara luas.

Menurutnya, penggunaan bahasa yang tepat sebagai media komunikasi sangat berdampak terhadap keberhasilan sebuah kampanye.

Oleh karena itu, Aminudin Aziz turut mengajak masyarakat menggunakan bahasa yang baik dan menghindari penggunaan bahasa yang tidak pantas di ruang publik.  

Tahun depan, rencananya Kemendikbudristek akan menambah target sasaran revitalisasi bahasa daerah yang hampir punah.

Aminudin menambahkan saat ini sudah 17 provinsi dan 52 bahasa daerah yang direvitalisasi.

“Harapannya makin banyak pemerintah daerah yang semangat dan terus mendukung revitalisasi bahasa daerah ini,” pungkasnya. (esy/jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler