Baru Keluar dari Kamar Pijat Plus-plus, Eh...Ditangkap

Minggu, 18 Desember 2016 – 18:22 WIB
Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - BUKITTINGGI – Razia tim Satuan Kerja Keamanan Ketertiban Kota (SK-4) Kota Bukittinggi berhasil menangkap  29 pelajar SMP dan SMA yang nongkrong di  warung internet dan lantai tiga Pasar Banto Trade Center (BTC) Pasar Bawah, kemarin.

Selain itu petugas gabungan tersebut juga mengamankan satu pasangan mesum di panti pijit plus-plus di kawasan Jalan Perintis.

BACA JUGA: Mbak Roinah Tewas di Kamar Warung Remang-Remang

“Jadi razia rutin kita awalnya menertibkan pedagang di kawasan Pasar Bawah. Nah, dari situ ada laporan dari warga yang mengatakan banyak pelajar berada di lantai tiga gedung BTC yang keluyuran saat jam pelajaran, kita langsung menuju ke lantai tiga untuk memastikan laporan tersebut,” terang Kasat Pol PP Bukittinggi Syafnir.

Sesampai di lantai tiga, sebut Syafnir, laporan warga tersebut ternyata terbukti. Belasan siswa yang memakai seragam terlihat tengah keluyuran. Bahkan, beberapa pelajar pun berpacaran.

BACA JUGA: Begal yang Sandera Bocah Tiga Tahun Bonyok Dihajar Massa

“Melihat pelanggaran itu, kita langsung amankan pelajar tersebut ke dalam mobil Dalmas. Belasan pelajar tersebut juga terdapat beberapa pelajar cewek,” jelas Syafnir.

Selain mengamankan belasan pelajar di lantai atap gedung BTC tersebut, petugas juga mendapatkan laporan beberapa siswa tengah bermain game online di sebuah warnet di kawasan Jalan Perintis.

BACA JUGA: Lagi Asyik, Eh Ada yang Ketuk Pintu Ternyata..

“Kita juga cek informasi tersebut dan ternyata benar, belasan pelajar tangah asyik main game langsung kita amankan. Hingga total seluruh siswa yang kita amankan berjumlah 29 orang,” beber Syafnir.

Namun, baru saja akan berniat kembali ke Mako Pol PP Belakang Balok ujar Syafnir, petugas kembali mendapat laporan dari warga terkait adanya tamu yang masuk ke salah satu tempat panti pijat di kawasan Jalan Perintis.

“Seorang wanita pelayan panti pijat diamankan bersama seorang tamu pria yang baru saja ingin keluar kamar,” ungkap Syafnir.

Saat ingin keluar kamar tersebut, tegas Syafnir, pasangan tersebut diamankan petugas. “Keduanya langsung kita amankan dan dibawa ke kantor untuk kepentingan penyelidikan,” jelas Syafnir.

Khusus pelajar yang diamankan, ungkap Syafnir, setelah didata para pelajar ini diserahkan kepada pihak sekolah masing-masing yang sebelumnya sudah dikontak petugas Satpol PP.

“Khusus bagi pasangan ini kita kenakan denda sesuai perda, di mana mereka harus membayar denda Rp 1 juta. Tak hanya itu, khusus bagi pemilik tempat pijit tersebut langsung kita layangkan surat peringatan. Jika masih kedapatan akan kembali kita layangkan surat peringatan hingga tiga kali, dan jikapun masih tidak dihiraukan akan langsung kita segel,” tegas Syafnir.

Syafnir mengimbau agar para pengusaha yang menyediakan lokasi-lokasi mesum untuk segera bertobat.

“Jika tidak, kita akan langsung tindak, kita tidak main-main dalam hal ini, tidak ada ceritanya membuka dan menyediakan tempat mesum di kota ini,” tegasnya.

Menanggapi banyaknya pelajar yang diamankan oleh petugas gabungan SK4, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bukittinggi Sosiawan Putra, berkilah jika pihak sekolah lengah karena disibukan mengurus nilai siswa karena baru saja selesai ujian.

“Kita kan baru saja selesai ujian, jadi ada classmeeting. Nah, inilah mungkin yang membuat para pelajar memanfaatkan waktu untuk keluyuran karena guru-guru sibuk mengurus nilai-nilai ujian siswa,” jelasnya.

Menurut Sosiawan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengantisipasi agar pihak sekolah maupun siswa untuk tidak keluyuran saat jam pelajaran berlangsung.

“Setiap upacara kita selalu tekankan dan tegaskan hal itu, namun ke depan kita akan upayakan lebih maksimal agar hal ini tidak terulang lagi,” tuturnya. (st/sam/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gara-Gara Tiket Pesawat Mawar dan David Bertengkar Hebat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler