Batu Akik Masih Diminati, Dua Kios Mal Kecolongan

Jumat, 28 Agustus 2015 – 04:20 WIB
Ilustrasi.

jpnn.com - TREN batu akik ternyata belum merta luntur. Buktinya, sejumlah kios di sentra penjualan batu mulia Mal Season City, Tambora, Jakarta Barat dibobol maling. Akibatnya, toko-toko itu mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Aksi pencuri yang masih dalam penyelidikan Kepolisian Sektor Metro Tambora itu juga menggondol belasan kantong ring (ikatan) batu akik berbahan perak. Chief Security Mal Season City Tri Handoko mengatakan, karena pencurian itu pemilik toko menelan kerugian lebih dari Rp 70 juta.

BACA JUGA: Rasain! 9 Polisi Terjaring Saat Nikmati Hiburan Malam

Tri menuturkan, selama Agustus ini dua kali peristiwa serupa terjadi. Satu kasus di awal bulan, pelaku menyasar kios batu di lantai GF1. Laporan pencurian kedua terjadi 8 Agustus 2015. Menurut dia, dua kasus itu diketahui saat pemilik membuka kios. Sebanyak 48 batu akik berbagai jenis hilang.

Kejadian kedua, terjadi di kios yang berada di lantai LG. Sebanyak 11 kantong ring batu akik lenyap dari tempat penyimpanan. "Laporan dari para karyawan toko batu saat open mal beberapa barangnya ada yang hilang. Kami sudah menginvestigasi dan berkoordinasi dengan kepolisian," terang Tri saat ditemui Indopos (JPNN Group) di Mapolsek Metro Tambora, kemarin (27/8).

BACA JUGA: Astaga, Pelajar SMP Ini Diikat di Pohon Lalu Diperkosa

Kapolsek Metro Tambora Kompol Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, dua kasus pencurian di mal ternama itu masih dalam penyelidikan intensif kepolisian. Sejumlah saksi seperti petugas keamanan mal, karyawan toko dan pemilik sudah dimintai keterangan. 

Termasuk hasil pemeriksaan rekaman CCTV dari mal tersebut. "Dari hasil rekaman CCTV itu, ada sejumlah orang yang terlihat mencurigakan, tapi identitasnya belum terindentifikasi karena kualitas gambar yang kurang terang, dalam waktu dekat akan kita ungkap," jelas dia.

BACA JUGA: Ibu Bayi Korban Cabul, Minta Suaminya Dihukum Seberat-Beratnya

Menurut Wirdhanto, dua kasus pencurian batu akik yang terjadi di mal itu menjadi evaluasi bagi manajemen bersama petugas keamanan mal, sekaligus pemilik toko untuk meningkatkan sistem keamanan. Seperti salah satu kios yang menjadi sasaran yang hanya tertutup terpal, sebaiknya menyiapkan sistem pencegahan yang ketat dari pencurian.

"Kami minta seluruh elemen yang berada di mal ini agar selalu saling berkoordinasi. Kalau memang banyak berharga di kios, mereka harus pastikan meningkatan sistem keamanan seperti penambahan personel, memasang CCTV dan sebagainya agar kejadian serupa tidak terulang," ungkap dia.

Meski belum terjadi peningkatan menonjol, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Rudy Heriyanto Adi Nugroho menegaskan, kasus-kasus pencurian dengan pemberatan dan kekerasan, serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi atensi khusus kepolisian.

Terutama para spesialis kejahatan jalanan (street crime) yang seringkali melukai korban. Hal itu dibuktikan dari hasil tangkapan sepekan terakhir jajaran Polres Metro Jakarta Barat yang berhasil membekuk 18 pelaku kejahatan jalanan. Hasil itu sekaligus mengungkap 12 kasus pencurian dengan kekerasan dan pemberatan yang belakangan ini terjadi di wilayah hukum Jakarta Barat.

Jeratan hukum bagi para pelaku diantaranya Pasal 363 dan 365 KUHP, dengan ancaman hukuman semaksimal mungkin. "Kami tegaskan tidak akan main-main terhadap pelaku yang berani melakukan kejahatan di wilayah hukum kami. Untuk itu kami berani nyatakan perang terhadap street crime," pungkas Rudy. (asp)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi Razia Produk KW di Batam, Pengusaha Ponsel Kocar-kacir


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler