Bayi 7 Bulan Positif Covid-19, Semoga Lekas Sembuh

Kamis, 21 Mei 2020 – 11:20 WIB
Ilustrasi bayi. Foto: Pixabay

jpnn.com, PASURUAN - Bayi di Pasuruan, Jatim terpapar virus Covid-19. Kali ini bayi usia 7 bulan asal Kecamatan Kraton dinyatakan positif Covid-19.

Sebelumnya, gugus tugas Pasuruan mencatat bayi usia tujuh hari yang terinfeksi corona.

BACA JUGA: Warga Australia Positif Corona Dua Bulan Setelah Pulang Dari India

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya mengatakan, bayi ini dinyatakan positif Covid-19 setelah swab test keluar dengan hasil positif.

"Bayi ini merupakan pasien dari RSUD R Soedarsono, Purut, Kota Pasuruan, dan kami hanya menerima laporan dari RSUD Purut Kota Pasuruan," katanya.

BACA JUGA: Dua Bayi Berusia 14 Hari Ini Positif Terjangkiti COVID-19

Sementara itu, Plt Direktur RSUD R Soedarsono Kota Pasuruan Dr Tina Sulistiani mengatakan, bayi ini masuk di RS Purut sekitar satu minggu yang lalu dengan keluhan batuk, pilek disertai sesak nafas.

Selama perawatan, bayi ini tidak menjalani rapid test, melainkan langsung mengikuti tes swab, lantaran secara pemeriksaan fisik plus hasil foto (rontgen) terdapat viral infeksion atau infeksi virus.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Habib Bahar Pindah Lapas Lagi, Dokter Hanya bisa Pasrah, Sri Mulyani Ngawur

"Langsung diswab karena dari hasil foto dan pemeriksaan fisik, ada pneumonia-nya, dan ternyata swabnya baru keluar hari ini dengan hasil positif," katanya.

Tina mengatakan bayi ini sudah diperbolehkan pulang beberapa hari lalu. Namun, pada Senin, 18 Mei 2020, bayi tersebut kembali ke RS Purut untuk dilakukan kontrol kesehatan.

"Jadi, keluarganya tidak tahu kalau bayinya terpapar corona sehingga untuk selanjutnya kami serahkan kepada petugas puskesmas di wilayah Kabupaten Pasuruan untuk melanjutkan langkahnya," katanya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan juga telah melakukan tracing sekaligus pendekatan agar bayi ini bisa dirawat di RSUD Bangil atau isolasi mandiri ketat.

“Karena memang ini bayi, kami akan melakukan pendekatan kepada keluarga. Kalau dirawat di RS nggeh monggo. Tapi kalau isolasi mandiri, ya harus tapi sangat ketat. Ini perlakuan covid-19, maka harus benar-benar dipahami betul," ujar Anang. (pasuruankab.go.id/ngopibareng/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler