Bayi 9 Bulan Tewas Terpanggang di Ayunan

Senin, 04 Mei 2015 – 04:02 WIB
Bayi 9 Bulan Tewas Terpanggang di Ayunan. Foto JPNN.com

jpnn.com - JPNN.com GORUT – Di pagi buta, warga Desa Iloheluma, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) sudah dibuat heboh, Minggu (3/5) pukul 05.30 wita. Ini menyusul kebakaran yang melanda rumah milik keluarga Burhan Pakya dan Asma Hunow, warga setempat.

Kebakaran tersebut tidak hanya mengakibatkan bangunan rumah tanah, tetapi juga merenggut korban nyawa. Faisal Pakaya, bayi yang berusia 9 bulan tewas terpanggang.

BACA JUGA: Dokter RSUD Gunung Jati Ramai-Ramai Mengundurkan Diri

Belum diketahui persis penyebab kebakaran. Namun informasi yang dirangkum Gorontalo Post, kebakaran berawal dari kios yang terletak bersebelahan dengan kamar depan rumah.

Sebelum kebakaran, Asma Hunow tidur bersama anaknya Pipin Pakaya dan cucunya Faisal Pakaya. Faisal merupakan anak pasangan Utin Pakaya dan Wiyah. Saat kebakaran keduanya tidak berada di dalam rumah.

BACA JUGA: Hukum Tak Berpihak ke Korban Pencurian, Warga Biarkan Kriminalitas Merajalela

Tak berapa lama setelah azan subuh berkumandang, Asma beranjak bangun dan menuju dapur. Sekembalinya dari dapur, Asma melihat api mulai membakar dinding kios. Kebetulan di dalam kios, juga tersimpan bensin. Asma berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Asma bergegas ke bagian belakang rumah untuk mengambil air. Namun api malah sudah membesar dan mulai merembet ke bagian dinding kamar.

BACA JUGA: Pencari Kayu Bakar Temukan Tulang Manusia Berserakan di Kebun

Kobaran api cepat membesar karena bagian rumah dan kios terbuat dari papan. Di tengah kepulan asap tebal disertai jilatan api, Pipin terbangun dan langsung ke luar kamar. Ironinya, Pipin tak sempat mengangkat Faisal yang saat itu sedang tidur di atas ayunan.

Mengetahui sang cucu masih di dalam kamar, Asma dengan sekuat tenaga berusaha memadamkan api. Sayangnya aksi si jago merah tak bisa dijinakkan. Dalam kondisi panik, Asma sudah tak bisa berbuat banyak. Ia pun hanya mampu menyelamatkan diri dengan berlari ke luar rumah.

Sejumlah warga sekitar yang mengetahui kebakaran ikut memberi pertolongan. Namun tak satupun yang mampu menyelamatkan Faisal. Pasalnya, hampir seluruh bagian rumah sudah dilalap api.

Api baru bisa dijinakkan sekitar 30 menit kemudian, setelah seluruh bangunan rumah ludes terbakar. Sementara itu Faisal yang berhasil dievakuasi setelah kebakaran, kondisinya sangat mengenaskan.

Kapolsek Anggrek IPTU Azis Abdullah ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kebakaran yang merenggut korban jiwa. Menurutnya, penyebab kebakaran belum diketahui persis karena masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

”Kami masih melakukan penyelidikan terkait insiden ini,” ujarnya.

Sementara itu, pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) langsung turun memberikan bantuan kepada korban kebakaran. Bahkan, Pemprov Gorontalo juga turut menyalurkan bantuan terhadap Asma dan keluarganya. (idm)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Seskab Beri Peringatan kepada Menteri Arief, Rini dan Andrinof


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler