Bayi dan Lansia Meninggal Tertimbun Longsor Pangandaran

Sabtu, 07 Oktober 2017 – 20:37 WIB
Orang meninggal. ILUSTRASI. FOTO: Pixabay.com

jpnn.com, PANGANDARAN - Empat warga meninggal dunia karena banjir longsong yang terjadi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (7/10) pagi. Korban terdiri dari seorang bayi dan warga lanjut usia (lansia).

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan hujan deras turun sejak Jumat (6/1) pukul 20.00 telah menyebabkan sungai dan anak-anak sungai meluap sehingga banjir di wilayah Pangandaran. Hingga Sabtu pagi (7/10) banjir masih merendam Komplek Perum Garden Estetika, Dusun Cikangkung, RT 01 / RW 04, Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran.

BACA JUGA: Konstruksi Infrastruktur Harus Dirancang Tahan Bencana

Data sementara yang berhasil dihimpun, tercatat 120 rumah terendam banjir. Tinggi muka air banjir di Komplek Perum Garden Estetika mencapai 2 meter. Hujan juga menyebabkan longsor menimbun dua rumah di Dusun Sangkang Bawang, RT 19/ RW 08, Desa Kalijati, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran.

Longsor menimpa dua rumah warga berpenghuni dua kepala keluarga (tujuh jiwa). “Empat orang meninggal dunia dan tiga orang luka ringan tertimbun longsor. Korban sudah berhasil dievakuasi semua,” kata Sutopo, Sabtu (7/10).

BACA JUGA: 6 Sirene dan 54 Rambu Dipasang di Kawasan Gunung Agung

Adapun korban meninggal dunia atas nama Ny Yuyun (36), Andika (8 bulan), dan Ny Arsih (60). Sedangkan korban luka ringan adalah Rasman (40), Ari (14), dan Anida (8 bulan).

Petugas dari DPKPB bersama relawan dan masyarakat bersama-sama membersihkan sisa-sisa longsoran tanah dan menyemayamkan korban. “Rumah berada di tebing lereng sehingga rawan longsor,” katanya.

BACA JUGA: Terlalu! Kok Tega Menebar Hoaks di Tengah Derita Pengungsi

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dari ancaman banjir dan longsor. Saat ini sebagian wilayah sudah memasuki musim penghujan. Meskipun secara keseluruhan baru masuk musim penghujan pada awal November mendatang. Musim kemarau telah menyebabkan tanah-tanah retak mudah terisi aliran permukaan saat hujan sehingga memicu longsor.

Longsor adalah bencana yang banyak menimbulkan korban jiwa. Selama tahun 2017 ini, tercatat 438 kejadian bencana longsor di Indonesia. Dampak longsor menyebabkan 95 orang meninggal dunia, 132 orang luka-luka, 43.416 orang menderita dan mengungsi, dan lebih dari 1.500 unit rumah rusak. Puncak musim penghujan diperkirakan pada Januari mendatang sehingga ancaman banjir dan longsor akan makin meningkat.(boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Aktivitas Gunung Agung Meningkat, Jumlah Pengungsi Bertambah


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Tanah Longsor   Bencana   BNPB  

Terpopuler