BBM Oktan Tinggi Bikin Mesin Kendaraan Jadi Awet

Senin, 18 Juli 2022 – 12:34 WIB
Konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Foto: Dokumentasi Pertamina

jpnn.com, JAKARTA - Dealer Technical Support Dept. Head. PT Toyota-Astra Motor Didi Ahadi menyarankan masyarakat menggunakan BBM berkualitas tinggi atau RON 92, seperti Pertamax series.

Tujuannya, agar mesin kendaraan menjadi awet dan membuat emisi gas buang jadi rendah.

BACA JUGA: Istri Putra Siregar Ungkap Pihak MS Glow Sempat Minta Uang Damai Rp 60 Miliar

"Bahan bakar standar bisa disamakan dengan Pertamax, tentunya akan membuat emisi gas buang rendah, performa mesin baik dan awet," kata Didi Ahadi, Senin (18/7).

Mobil bertipe Low Cost Green Car (LCGC) pun memiliki standar bahan bakar dengan RON 92.

BACA JUGA: 15 Usaha Sosial Terpilih Mengikuti Hyundai Start-up Challenge Indonesia 2022

Apalagi, kendaraan dengan harga terjangkau tersebut juga dirancang untuk ramah lingkungan karena emisinya rendah.

Namun kenyataannya, banyak kendaraan LCGC yang justru diisi dengan BBM di bawah RON 92. Karena pemakaian BBM yang tidak sesuai itulah, banyak kasus penurunan performa mesin, akibat kerak karbon yang menumpuk di ruang bakar.

BACA JUGA: BTN Raih Best Asia’s Transformation Bank 2022

"Ini yang mengakibatkan emisi menjadi tinggi dan timbulnya gejala knocking/ngelitik pada mesin. Selain berpotensi merusak mesin, juga membuat konsumsi BBM menjadi boros," ujar Didi.

Dia menerangkan, setiap kendaraan memiliki standarisasi penggunaan BBM yang berbeda-beda. Namun  idealnya, memang dengan menggunakan BBM RON tinggi seperti Pertamax series.

Dengan BBM RON 92 ke atas, akan menghasilkan emisi yang rendah, performa yang baik, keawetan mesin, dan efisiensi bahan bakar.

Selain itu, tentu saja kendaraan yang tidak memakai BBM sesuai standar, akan berakibat hangusnya garansi kendaraan tersebut.

Oleh karena itu, Didi mengimbau agar masyarakat menggunakan BBM sesuai dengan peruntukannya. Yaitu, seperti sudah direkomendasikan pabrikan saat membeli kendaraan.

"BBM yang sesuai tersebut, agar kendaraan lebih  efisien, ramah lingkungan, performa andal serta mesin kendaraan menjadi awet," seru Didi.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler