BCA Target Dana Pihak Ketiga Tumbuh 8 Persen

Senin, 24 April 2017 – 11:23 WIB
Ilustrasi BCA. Foto: Jawa Pos/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Perbankan masih mempertahankan kebijakan konservatif dalam penyaluran kredit dan perolehan dana pihak ketiga.

Hal itu tak lepas dari kondisi likuiditas perbankan pada awal tahun yang cukup ketat, tapi masih berada dalam batas aman.

BACA JUGA: Perbandingan Laba Bersih BTN, BCA, BNI, dan BRI

Hingga Februari lalu, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio) perbankan tercatat sebesar 23 persen.

Sedangkan rasio likuiditas (AL/DPK) berada pada level 22,2 persen.

BACA JUGA: Triwulan I, BCA Raih Laba Bersih Rp 5 triliun

Rasio AL/DPK itu dua kali lipat batas bawah sepuluh persen.

Rasio tersebut juga menunjukkan cadangan bank dalam bentuk surat berharga cukup kuat untuk menutup penarikan dana milik nasabah.

BACA JUGA: Kuartal Pertama, Laba Bersih BCA Naik 10,7 Persen

Perbankan juga mampu mencatat pertumbuhan kredit 8,6 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu (year-on-year/yoy).

Angka tersebut lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang sebesar 8,3 persen.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja menyatakan, rata-rata loan to funding ratio (LFR) BCA sekitar 75 persen.

Angka itu lebih rendah daripada LFR rata-rata industri perbankan yang sebanyak 89 persen.

”Secara industri, itu (LFR 89 persen) ketat. Namun, kalau 75 persen LFR di BCA, sebenarnya ruang kami cukup besar untuk kredit. BCA mampu kok (LFR) lebih dari itu. Namun, kami perhatikan kualitas dari kredit tersebut, apakah sesuai dengan kebijakan kredit kami,” kata Jahja pada akhir pekan lalu.

Dia mengatakan, BCA juga tetap menyesuaikan likuditas dari sisi dana pihak ketiga (DPK) sesuai kebutuhan.

Pada akhir Maret 2017, DPK BCA tumbuh 13,8 persen, sedangkan kredit tumbuh 9,4 persen.

Jika ke depan pertumbuhan kredit lesu, mungkin akan ada kebijakan penurunan suku bunga agar sebagian DPK bisa keluar sehingga lebih produktif.

Jahja cukup konservatif dengan hanya menargetkan pertumbuhan DPK antara 7–8 persen tahun ini.

”Likuiditas itu obatnya enggak banyak. Jadi, jangan terlalu agresif kasih pinjaman. Juga harus tetap kasih pinjaman, tapi jangan melebihi kemampuan pasar,” tutur Jahja. (rin/c25/noe)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Perppu Perbankan Tak Akan Ganggu Dana Pihak Ketiga


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler