Bea Cukai Dukung Ekspor Produk UMKM di 3 Wilayah Ini

Senin, 17 Oktober 2022 – 19:40 WIB
Bea Cukai mengunjungi pelaku UMKM di tiga daerah untuk mendukung ekspor produk. Ilustrasi foto: Humas Bea Cukai

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Hatta Wardhana mengungkapkan pihaknya memberikan dukungan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berupa asistensi dan fasilitas di bidang ekspor dan impor. 

“Kegiatan ekspor dapat membuka peluang pasar baru di luar negeri menjadi lebih luas, menumbuhkan investasi, dan melebarkan cakupan pasar domestik. Dengan demikian, otomatis meningkatkan pendapatan ekonomi negara,” katanya.

BACA JUGA: Bea Cukai Makassar Beri Asistensi Ekspor Perdana 500 Ton Palm Kernel Expeller

Hatta menyatakan kegiatan asistensi dilaksanakan di tiga tempat, yaitu Buru, Langsa, dan Karanganyar, baru-baru ini.

Tim Dukung Ekspor Bea Cukai Ambon melanjutan asistensi kepada pelaku UMKM di wilayah Kabupaten Buru, CV Generasi Buru Mandiri pada Kamis (13/10). 

BACA JUGA: Yang Gemar Belanja Online Hati-Hati! Waspada Penipuan Mengatasnamakan Bea Cukai

CV Generasi Buru Mandiri merupakan pelaku usaha minyak kayu putih dengan salah satu komoditasnya sabun minyak kayu putih.

Novi, pemilik CV Generasi Buru Mandiri mengaku bahwa dirinya pernah mengirim sampel produknya ke Turki dan mengantongi izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

BACA JUGA: Bea Cukai Gandeng APH di Bali dan Semarang untuk Optimalkan Pengawasan

“Kami berharap, setelah asistensi dari Bea Cukai, CV ini dapat melakukan ekspor langsung dari Maluku dalam kapasitas yang lebih banyak,” ujarnya.

Sebelumnya, di Langsa, Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Banda Aceh dan Langsa melakukan kunjungan sekaligus asistensi produk ekspor perikanan di Desa Meunasah Asan, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (12/10).

Asistensi ini bertujuan mendorong ekspor dan produktivitas produk perikanan. Budi daya ikan bandeng di Kecamatan Madat bekerja sama dengan PT Yakin Pasifik Tuna sebagai pengusaha Kawasan Berikat di Banda Aceh.

Produksi ini diharapkan dapat memenuhi permintaan dari Negara Jepang dan Korea, yaitu 200 ton yang akan dimanfaatkan sebagai umpan untuk ikan tuna.

Sementara itu, di Karanganyar, Bea Cukai Surakarta turut mendampingi kedatangan para pembeli asal Jepang ke lokasi UMKM yang bergerak di bidang kerajinan tangan dan furniture yang berada di wilayah kerjanya, Selasa (27/9) dan Rabu. 

Lokasi UMKM yang dikunjungi, antara lain, Surya Abadi Furniture, CV Vinoce Indonesia, PT Abhirama Kresna, dan PT Wirasindo Santakarya (Wisanka). 

Kunjungan ini merupakan hasil tindak lanjut dari kunjungan yang sebelumnya hanya dihadiri perwakilan perusahaan asal Jepang untuk peninjauan. 

Kegiatan kunjungan ini adalah berupa perkenalan perusahaan dan produk yang dihasilkan oleh masing-masing pabrik. 

Setelah itu, kunjungan ke showroom di mana hasil produk tersebut dipamerkan dan terakhir adalah melakukan kunjungan ke proses produksinya.

“Kami berharap kegiatan kunjungan ini dapat membuahkan hasil positif dengan terwujudnya perjanjian kerja sama antara pelaku UMKM dengan pengimpor dari luar negeri. Terciptanya kerja sama akan mendorong kinerja positif dari UMKM,” pungkas Hatta. (mrk/jpnn)


Redaktur : Tarmizi Hamdi
Reporter : Tarmizi Hamdi, Tarmizi Hamdi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler