Bea Cukai Memfasilitasi Ekspor Cangkang Sawit ke Thailand dan China

Jumat, 29 Juli 2022 – 20:20 WIB
Bea Cukai melepas ekspor cangkang sawit di Bengkulu pada Selasa (26/7). Foto: Humas Bea Cukai

jpnn.com, BENGKULU - Bea Cukai aktif melindungi dan mendampingi masyarakat melalui optimalisasi pengawasan dan pelayanan di bidang kepabeanan dan cukai. 

Salah satunya melalui optimalisasi sistem pengawasan dan pelayanan pada kegiatan ekspor dan impor untuk menciptakan iklim usaha yang sehat.

BACA JUGA: Produsen Sepeda Listrik Dapat Kemudahan dan Fasilitas Ini dari Bea Cukai

“Kami harus mampu menciptakan sebuah sistem pengawasan yang proporsional pada tiap level proses bisnis dan dilakukan secara kolaboratif dan berkesinambungan untuk mencegah kebocoran keuangan negara di bidang ekspor dan impor,” ujar Direktur Jenderal Bea dan Cukai Askolani.

Hal tersebut dikatakannya dalam rapat staf inti tentang program reformasi berkelanjutan pada 12 Oktober 2021.

BACA JUGA: Bea Cukai Gelar Rapat Koordinasi Bersama Satpol PP dan OPD, Ini Fokus Pembahasannya

Untuk mendukung pertumbuhan industri dalam negeri yang berorientasi ekspor, Bea Cukai Bengkulu bersama pemerintah daerah melakukan kegiatan ekspor cangkang sawit PT Mas Inti Persada pada Selasa (26/7). 

PT ini berhasil melaksanakan ekspor perdana sebanyak 8.500 ton cangkang sawit dengan tujuan Thailand. 

BACA JUGA: Pelaku Usaha dan Pemerintah Kunjungi Bea Cukai di Beberapa Daerah, Ini Tujuannya

Setelah itu, perusahaan ini menyasar negara tujuan ekspor lain, seperti Jepang.

Sementara itu, di Pasuruan, Bea Cukai Pasuruan berhasil memfasilitasi PT Tung Cia Technology Indonesia untuk menggelar ekspor perdana pada Senin (25/7). Produk yang diekspor berupa 8.000 ton Hydrogenated Palm Oil (HPO) ke China. 

PT Tung Cia Technology Indonesia merupakan salah satu pengguna fasilitas kawasan berikat (KB) di bawah pengawasan Bea Cukai Pasuruan. 

Hatta Wardhana, kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, mengungkapkan kegiatan ekspor menunjukkan tren kinerja sangat baik. 

Nilai ekspor sampai dengan Juni 2022 mencapai USD 48,3 miliar atau tumbuh 18,02 persen year on year (yoy) dibandingkan dengan periode sampai Juni 2021. 

“Optimalisasi pengawasan dan pelayanan di bidang ekspor dan impor merupakan bentuk dukungan Bea Cukai terhadap pemulihan ekonomi nasional. Melalui data yang ada, kinerja ekspor tumbuh positif seiring dengan terkendalinya kasus Covid-19. Harapannya, angka ini mampu dipertahankan bahkan ditingkatkan,” ucapnya.


Redaktur : Tarmizi Hamdi
Reporter : Tarmizi Hamdi, Tarmizi Hamdi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler