Bea Cukai Paparkan Hasil Operasi Patroli Laut Terpadu

Rabu, 23 November 2022 – 21:30 WIB
Bea Cukai menyelesaikan rangkaian pelaksanaan Operasi Patroli Laut Terpadu Jaring Sriwijaya dan Jaring Wallacea 2022. Foto: Dok Bea Cukai

jpnn.com, JAKARTA - Bea Cukai menyelesaikan rangkaian pelaksanaan Operasi Patroli Laut Terpadu Jaring Sriwijaya dan Jaring Wallacea 2022 dengan Jabatan Kastam Diraja Malaysia (Patkor Kastima) ke-26 pada tahun ini.

Selama patroli berlangsung, Bea Cukai melancarkan 28 penindakan atas penyelundupan barang kena cukai, impor, dan ekspor ilegal senilai Rp 258.475.072.800 dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 246.980.279.390.

BACA JUGA: Bea Cukai Tanjung Emas Raih Penghargaan dari Polda Jawa Tengah

Adapun komoditas yang disita petugas, di antaranya minuman mengandung etil alkohol (MMEA), bahan bakar minyak (BBM), baby lobster (BL), rokok, narkotika psikotropika dan prekrusor (NPP), produk hutan berupa kayu gergajian dan kayu teki, pembawaan uang tunai, tekstil, ballpress, dan barang campuran.

Selain itu, petugas juga menindak kapal yacht yang melakukan pelanggaran di bidang pelayaran dan saat ini telah diserahkan kepada instansi terkait.

BACA JUGA: Bea Cukai Banjarmasin Sita 359.200 Batang Rokok Ilegal

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai Nirwala Dwi Heryanto mengatakan kesuksesan pelaksanaan operasi laut terpadu dan terkoordinasi tahun ini bisa tercapai berkat dukungan armada laut dari lima Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea Cukai di Tanjung Balai Karimun, Batam, Tanjung Priok, Pantoloan, dan Sorong, serta beberapa unit vertikal Bea Cukai lainnya.

"Total ada 93 surat perintah penugasan kapal patroli jenis fast patrol boat (FPB) milik PSO dan 36 surat perintah penugasan speedboat dari beberapa kantor wilayah dan kantor pengawasan Bea Cukai," ungkap Nirwala, Senin (21/11)

BACA JUGA: Bea Cukai Beberkan Hal Penting Ini Kepada Para Pelajar

Selain sinergi dalam lingkup internal, pelaksanaan tiga operasi laut terpadu dan terkoordinasi tersebut juga ditunjang oleh sinergi Bea Cukai dengan aparat penegak hukum lainnya.

"Kami bekerja sama dengan Ditjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan dalam penanganan pelanggaran di bidang pelayaran," tuturnya.

Selain itu, kata Nirwala juga berkoordinasi dengan Ditjen Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) dan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKPIM) Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam penanganan penyelundupan baby lobster, serta sinergi dengan Polri dan BNN.

Nirwala mengatakan pelaksanaan operasi patroli laut terpadu dan terkoordinasi merupakan perwujudan patroli fiskal sebagai upaya pengamanan penerimaan negara, sekaligus pemenuhan fungsi pengawasan Bea Cukai dalam menjaga perbatasan negara dari keluar masuknya barang ilegal dan berbahaya.

Menurut dia, operasi Patroli Laut Terpadu Jaring Sriwijaya dan Jaring Wallacea 2022 serta Patkor Kastima 26/2022 merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam mengamankan wilayah perairan Indonesia dari tindakan penyelundupan yang dapat merugikan negara.

"Bea Cukai tidak akan membiarkan adanya pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab memanfaatkannya untuk melakukan tindak pidana penyelundupan yang mungkin terjadi di perairan khususnya wilayah perbatasan dengan negara lain," tegasnya. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Potensi Laut Sangat Besar, Bea Cukai Beri Asistensi Ekspor ke Perusahaan di Wilayah Ini


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler