Bea Cukai Sosialisasikan Aturan Ini agar Pelajar Mengerti

Kamis, 17 Maret 2022 – 20:35 WIB
Bea Cukai terus mengedukasi dan menyosialisasikan tugas dan fungsinya kepada masyarakat, khususnya para pelajar. Foto: Humas Bea Cukai

jpnn.com, JAKARTA - Bea Cukai di berbagai daerah menyediakan informasi yang akurat dan memadai.

Bea Cukai berupaya menciptakan kepercayaan timbal balik antara pemerintah dan masyarakat.

BACA JUGA: Bea Cukai Bangga Produk Lokal Kembali Diminati di Pasar Internasional

"Bea Cukai terus berupaya agar jalannya pemerintahan dan informasi dapat diakses masyarakat,'' kata Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Hatta Wardana.

Informasi tersebut harus memadai agar dapat dimengerti dan dipantau sehingga wawasan dan pengetahuan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan bertambah.

BACA JUGA: Bea Cukai Bersama Polri Tangkap Oknum Aparat dan Pengedar Sabu-Sabu di Bengkalis

Dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat, tingkat partisipasi mereka dalam pembangunan makin besar dan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan akan berkurang.

Hatta menjelaskan, kantor-kantor pelayanan di daerah menggelar sosialisasi dengan mengusung topik-topik kepabeanan yang perlu diketahui masyarakat.

BACA JUGA: Bea Cukai Pantau Harga Transaksi Pasar di 4 Daerah Ini

Sosialisasi kepabeanan tak hanya menyasar para pelaku industri ekspor dan impor.

''Kami juga memberikan edukasi kepada para pelajar tentang tugas dan fungsi Bea Cukai. Sehingga mereka bisa paham bahwa ada instansi pemerintah yang bertugas sebagai pengumpul penerimaan negara, pelindung masyarakat, fasilitator industri, dan asisten industri dalam negeri,'' ujarnya.

Misalnya, yang dilaksanakan Bea Cukai Langsa yang mengunjungi SMK Perbankan Graha Media pada acara School Goes to Customs awal Maret 2022.

Selain kepada para pelajar, pengenalan tugas dan fungsi Bea Cukai juga disampaikan kepada para anggota TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia-Malaysia periode April 2022 sampai Januari 2023.

Dalam acara persiapan keberangkatan tim satgas pada Maret 2022, Bea Cukai menjelaskan kewenangan dan perannya di wilayah perbatasan dan aturan kepabeanan dan cukai untuk para pelintas batas.

Topik lain yang kerap diangkat dalam sosialisasi kepabeanan yang digelar Bea Cukai adalah penipuan mengatasnamakan Bea Cukai.

Banyak kasus penipuan mengatasnamakan Bea Cukai yang dilaporkan masyarakat.

"Baik di level pusat maupun daerah, Bea Cukai terus berupaya mengedukasi masyarakat untuk mewaspadai penipuan ini,'' ucapnya.

Misalnya, yang dilakukan Bea Cukai Yogyakarta melalui talk show bersama Radio Geronimo bertajuk Dari Sayang Kok Minta Uang, Waspadai Penipuan Mengatasnamakan Bea Cukai.

Kantor ini, menurut Hatta, bisa menangani sepuluh kasus penipuan setiap minggu.

"Modus yang biasanya digunakan penipu ialah online shop palsu, modus asmara, lelang fiktif, dan ancaman atau tawaran barang impor murah dari pelaku penipuan yang berpura-pura menjadi petugas Bea Cukai,'' ungkapnya.

Barang kiriman dari luar negeri dapat dilacak melalui beacukai.go.id/barangkiriman.

Jadi, masyarakat menemukan modus penipuan seperti itu diharapkan langsung mengonfirmasi dan melapor ke contact center Bea Cukai 1500225.

Bea Cukai menjadikan sosialisasi untuk memperkenalkan inovasi di bidang pelayanan dan pengawasan. Khususnya kepada para pengguna jasa.

Misalnya, yang dilakukan Bea Cukai Bekasi dalam menyelenggarakan sosialisasi aplikasi Beksis (Bekasi Submission Information System), Bekbond (Bekasi Bond) 2.0, dan Super Website.

"Ketiganya merupakan wujud komitmen Bea Cukai Bekasi dalam menciptakan inovasi layanan," kata Hatta. (mrk/jpnn)


Redaktur : Tarmizi Hamdi
Reporter : Tarmizi Hamdi, Tarmizi Hamdi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler