Bebaskan Visa bagi 5 Negara demi Tarik Kunjungan 500 ribu Wisman

Kamis, 20 November 2014 – 06:43 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Indonesia bakal semakin "terbuka" untuk dikunjungi warga negara asing. Setelah membuka bebas visa kunjungan sementara untuk 15 negara, pemerintah berencana menambah lima negara lagi. Yakni Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Australia, dan Rusia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Michael Tene mengatakan, keputusan bebas visa masuk atau kunjungan ke Indonesia adalah kebijakan pemerintah. "Kebijakan ini diambil lintas kementerian. Bukan hanya diputuskan oleh Kemenlu saja," katanya di Jakarta, Rabu (19/11).

BACA JUGA: Mulai 2015, Buka Rekening Tanpa Datang ke Bank

Tene menuturkan leading sector kebijakan bebas visa masuk ke Indonesia berada di bawah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM). Sebelum benar-benar diberlakukan, dia mengatakan banyak sekali kajian yang harus dimatangkan terlebih dahulu. Seperti dampaknya terhadap dunia pariwisata, ekonomi secara umum, hingga keamanan.

Tene tidak menampik dengan pemberlakuan bebas visa itu, bisa menjadi celah tindakan kejahatan. Di antara yang paling umum ditemukan adalah, perdagangan narkoba tingkat internasional.

BACA JUGA: Tarif Angkutan Umum Dibolehkan Naik Maksimal 10 Persen

Ia mengatakan pembahasn lintas kementerian ini akan dilakukan secara mendalam. Sehingga pemberlakuan bebas visa baru untuk kelima negara itu berdampak positif bagi masyarakat Indonesia.

Di antara motivasi kebijakan membuka bebas visa baru itu adalah peningkatan kunjungan wisatawan asing. Khusus dari lima negara itu, pemerintah memasang target kunjungan hingga 500 ribu orang. Secara umum pemerintah menargetkan jumlah kunjungan wisman dari seluruh dunia mencapai 16 juta jiwa. Sedangkan target kunjungan wisman tahun ini adalah 9,5 juta wisman.

BACA JUGA: Pembubaran Petral Tunggu Hasil Kerja Tim Faisal Basri

Dengan pemberlakuan bebas visa itu, Indonesia memang kehilangan uang dari biaya pembuatan visa sebesar USD 25 per orang atau total USD 12,5 juta (sekitar Rp 142 miliar). Namun dengan asumsi setiap orang dapat menghabiskan hingga USD 1.200 saat berkunjung ke Indonesia, pemasukan negara justru lebih tinggi. Yakni mencapai USD 600 juta (sekitar Rp 7,2 triliun).

Pemasukan itu bisa mengalir dari sektor pariwisata atau aktivitas ekononi secara umum. Kelima negara itu dipilih karena memiliki tingkat kunjungan wisatawan asing ke Indonesia yang lumayan tinggi.

Keputusan bebas visa masuk ke Indonesia untuk lima negara tadi diharapkan bisa keluar 2015 nanti. Kemungkinan besar bebas visa masuk Indonesia yang paling cepat dikeluarkan untuk Tiongkok dan Jepang terlebih dahulu. Sebelumnya Jepang sudah memberlakukan bebas visa kunjungan untuk Indonesia mulai Desember nanti. (wan)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Curigai Perusahaan Konsultan Penilai Calon Dirut Pertamina


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler