Begal Sadis Beraksi, Tangan Ibu Pengendara Motor Ditebas hingga Begini

Rabu, 14 Agustus 2019 – 05:27 WIB
Tangan seorang ibu rumah tangga mengalami luka serius setelah ditebas begal sadis di Samarinda, Minggu (11/8). Foto: kaltimpost/jpg

jpnn.com, SAMARINDA - Seorang ibu rumah tangga (IRT) menjadi korban kebrutalan begal sadis di Jalan HAMM Rifadin, Kelurahan Harapan Baru, Loa Janan Ilir Samarinda, Kaltim, pukul 21.00 Wita Minggu (11/8) lalu.

Tangan kiri IRT tersebut robek setelah terkena tebasan senjata tajam (sajam) yang digunakan pembegal untuk merampas barang berharga milik korban.

BACA JUGA: Lihat Nih, Dua Pencuri Mangga Diikat di Tiang dan Matanya Dilakban

BACA JUGA: The Jakmania: Kami Kecewa Ferry Paulus, Persija Kami Buruk Sekali

Aksi pembegalan itu pun seketika tersebar di media sosial. Sama halnya dengan peristiwa di flyover yang korbannya menderita luka robek di paha kiri karena terkena sajam pelaku.

BACA JUGA: Uang Rp 800 Juta Hilang dalam Hitungan Detik, Pemilik Langsung Lemas

Karena sayatan yang cukup dalam dan lebar itu, korban mendapat 9 jahitan dalam pengobatan yang dilakukan di RSUD IA Moeis sesaat setelah kejadian.

Polsek Samarinda Seberang yang mendapat laporan pembegalan itu sudah melakukan pencarian terhadap pelaku berdasarkan ciri kendaraan yang digunakan. Tapi hasilnya nihil. Karena petunjuk yang diberikan minim.

BACA JUGA: Cekcok dengan Pacar, Pemuda 22 Tahun Nekat Terjun Bebas ke Sungai

"Korban sudah melapor. Untuk barang yang hilang yakni 2 unit ponsel," kata Kapolsek Samarinda Seberang, Kompol Suko Widodo, melalui Kanit Reskrim, Iptu Teguh Wibowo.

Teguh menjelaskan, tas yang dibawa korban ketika itu diselempangkan. Hal ini memudahkan pelaku untuk merampasnya, apalagi dengan menggunakan sajam.

"Seharusnya tas bawaan bagi perempuan diletakan di bagasi yang ada di bawah jok motor untuk menghindari risiko dijambret," kata Teguh.

Kebiasaan itulah yang menurutnya kerap memancing pelaku kejahatan karena juga memberika kesempatan bagi pelaku.

"Dan hindari melewati jalan yang sepi seorang diri. Apalagi pada malam hari," ujar Teguh.

Di medsos tersebar empat kejadian pembegalan dan penjambretan di Kota Tepian. Netizen menyebutkan kejadian itu terjadi di Flyover Air Hitam, Jalan Slamet Riyadi tepatnya di depan Masjid Baitul Muttaqien, Islamic Centere, Jalan MT Haryono, dan Jalan HAMM Rifadin depan SMA Melati.

Dari serangkaian kasus jambret itu hanya dua yang sudah dilaporkan kepada polisi. Kini sedang dilakukan penyelidikan.

"Yang di flyover lapor ke Polsek Samarinda Ulu. Dan yang terjadi di depan SMA Melati korban melaporkannya di Polsek Seberang. Sedangkan untuk dua kasus serupa belum diketahui di mana korban melaporkannya," pungkas Kasubag Humas Polresta Samarinda, Ipda Danovan.

BACA JUGA: Lihat Nih, Dua Pencuri Mangga Diikat di Tiang dan Matanya Dilakban

Dalam waktu hampir berdekatan, aksi begal terjadi di beberapa titik jalan di Kota Samarinda.

Kejahatan jalanan ini memang paling sering terjadi di Flyover Air Hitam. Sebelumnya, di ruas ini dua nyawa melayang karena ulah begal di kawasan ini. Pertama dialami seorang guru 2016 lalu. Kedua seorang siswi SMK 2017 lalu yang hingga kini belum jelas siapa pelakunya. Kasus terakhir yang terjadi Kamis (8/8) siang pukul 11.00 Wita, lalu.

Meski korban begal kali ini tak sampai membuat nyawa melayang, namun luka robek menganga di paha kiri tergolong parah. Korbannya adalah Yunda. Ibu rumah tangga (IRT) berusia 40 tahun.

Dia dibegal ketika melintas di flyover ini seorang diri dengan mengendarai motor. Dari serangkaian kasus itu belum ada yang terungkap siapa pelakunya. Kecuali yang menewaskan seorang guru 2016 lalu. (oke/nha)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Perempuan Cantik Tarif Rp 300 Ribu, Begitu Masuk ke Kamar Bikin Kecewa


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler