Begini Cara Pertamina Distribusi BBM ke Masyarakat Secara Tepat dan Efisien

Kamis, 08 September 2022 – 18:58 WIB
Pertamina berusaha agar proses produksi dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bisa berjalan baik, aman, dan sampai ke masyarakat. Foto: Pertamina

jpnn.com, JAKARTA - Pertamina berusaha agar proses produksi dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bisa berjalan baik, aman, dan sampai ke masyarakat.

Lantas seperti apa proses pengawasannya untuk mencegah terjadinya kebocoran di lapangan?

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, Pertamina memiliki sistem pemantauan data yang disebut Pertamina Integrated Enterprise Data and Command Center (PIEDCC).

BACA JUGA: Begini Upaya Pertamina Agar Distribusi BBM Sampai ke Masyarakat Secara Tepat dan Efisien

Sistem tersebut, kata dia, bisa memantau produksi minyak mentah hingga distribusi BBM ke masyarakat.

“Kami bisa melihat langsung aliran dari fluidanya (cairan) ataupun gas,” kata Nicke saat mendampingi Menteri BUMN menijau PIEDCC di Gedung Grha Pertamina, Jakarta Pusat, Rabu (7/9).

Nicke mengatakan dari TBBM jumlah BBM akan disalurkan ke kendaraan pengangkut (truk tangki).

Nantinya akan dilakukan secara otomatis sesuai dengan jumlah yang dimasukkan lewat sistem.

BACA JUGA: Pengamat Kholid: Kinerja Pertamina Tetap Positif dan Efisien

Semua data itu juga terpantau lewat PIEDCC.

Selanjutnya, saat diangkut oleh truk tangki menuju Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) juga dimonitor secara sistematis.

Dia mengatakan memang ada potensi penyusutan jumlah yang dibawa oleh truk tangki, karena BBM bisa mengalami penguapan selama di dalam perjalanan.

BACA JUGA: Ringankan Beban Biaya Subsidi BBM, Pertamina Hemat Anggaran hingga Rp 6 Triliun

Adapun angka penyusutan tersebut ada batas kewajarannya dan jumlah BBM yang diangkut selalu terpantau oleh sistem di PIEDCC.

Pengawasan tidak hanya di darat, tetapi juga dilakukan di laut saat pengangkutan BBM menggunaan kapal.

Saat ini, Pertamina memiliki sekitar 258 kapal yang beroperasi dan semuanya terdata dengan baik dan terpantau secara langsung lewat PIEDCC.

“Kalau orang bilang ada yang kencing di laut, berarti jika ada kecepatan kapalnya 0 (berhenti) tapi dia di tengah laut, itu bisa langsung tersambung ke sistem dan ada CCTV di dalam,” jelas Nicke.

Nicke mengatakan sistem PIEDCC itu merupakan upaya Pertamina dalam mencegah terjadinya kehilangan jumlah BBM yang tidak wajar, baik dari produksi di kilang, distribusi oleh truk tangki maupun kapal, hingga masuk ke SPBU dan diterima oleh masyatakat.

Langkah itu juga merupakan upaya untuk efisiensi dalam produksi dan distribusi BBM.

“Itu upaya yang kami lakukan untuk mengurangi losses, baik dari kilang, masuk ke kapal, masuk mobil tangki dan masuk ke SPBU,” kata Nicke. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Harus Diakui Kinerja Pertamina Tahun Ini Jauh Lebih Baik


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler