Begini Cara Sekolah Terapkan Pendidikan Karakter

Rabu, 14 September 2016 – 22:03 WIB
Ilustrasi. Foto dok JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - ‎Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) makin mantap melaksanakan penguatan pendidikan karakter (PPK). Hal itu dibuktikan dengan langkah Kemendikbud mengumpulkan kepala sekolah SD dan SMP yang menerapkan pendidikan karakter.

‎"Kami akan mendengarkan tentang kurikulum yang diterapkan sekolah baik penerapan kokurikuler, ekskurikuler, dan intrakurikuler, sehingga betul-betul dapat membentuk karakter yang baik bagi siswa,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad, Rabu (14/9).

BACA JUGA: Pemerintah Diminta Tata Mekanisme Pendidikan untuk Cegah Radikalisme

Beberapa sekolah menyampaikan praktik terbaik dalam pelaksanaan PPK, salah satunya adalah SD Negeri 03 Menteng, Jakarta.

Penerapan pendidikan karakter di sekolah tersebut tidak sekadar poin silabus, tetapi juga dipraktikkan dengan prinsip memberikan keteladanan. Selain itu menjadikannya sebagai tatanan nilai dengan melibatkan semua elemen, dan membangun kemitraan dan jejaring pendidikan, khususnya guru, keluarga, dan masyarakat.

BACA JUGA: Palu Jadi Tuan Rumah Perayaan Hari Aksara Nasional

Beberapa aktivitas yang dilaksanakan di SD Negeri 03 yakni, sapa guru dan karyawan sekolah kepada siswa di pagi hari, mengadakan apel pagi untuk menginformasikan kegiatan sekolah, menyanyikan lagu wajib nasional, berdoa bersama menurut keyakinan masing-masing.

Selanjutnya ada SD Negeri 12 Pagi, Rawamangun, Jakarta. Penerapan PPK dilakukan melalui beberapa jalur.

BACA JUGA: Kak Seto: Guru Harus jadi Sahabat Anak

Di antaranya pembelajaran intrakurikuler proses pembelajaran tidak hanya dilakukankan di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas dengan pemanfaatan fasilitas belajar yang beragam, penampilan gelar seni dan kreativitas secara periodik.

Dalam proses pembelajaran sekolah melakukan pembiasaan merapihkan sepatu sebelum masuk ke kelas, izin ke guru saat meninggalkan kelas, menyanyikan lagu Indonesia Raya, motivasi wali kelas, evaluasi kelengkapan seragam.

Pembiasaan yang dilakukan sekolah saat jam istirahat sekolah, yakni pembiasaan jujur di kantin kejujuran, salat berjamaah, membuang sampah pada tempatnya. Pembiasaan yang dilakukan saat pulang sekolah adalah salam dan salim kepada guru.

Kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan melalui minat dan bakat siswa.(esy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ckck..Kemampuan Guru Bahasa Indonesia Ternyata Minim


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler