Begini Cara UPJ dan PCR Tingkatkan Kapasitas Kepemimpinan Perguruan Tinggi

Rabu, 15 Desember 2021 – 18:37 WIB
Workshop ERICA (Empowering Polytechnic Leaders in Indonesia). Foto dokumentasi UPJ dan PCR

jpnn.com, JAKARTA - Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) dan Politeknik Caltex Riau (PCR) menggelar pelatihan kapasitas kepemimpinan di kalangan perguruan tinggi.

Pelatihan yang digelar pada 6-10 Desember 2021 ini ditujukan bagi pejabat struktural Politeknik swasta di Indonesia.  

BACA JUGA: Dirut BTN: Perguruan Tinggi Harus Terlibat Dalam Pengembangan Ekosistem Perumahan

Workshop ERICA (Empowering Polytechnic Leaders in Indonesia) dipimpin Wakil Rektor Bidang Operasional dan Kerja Sama UPJ Eddy Yusuf, Ph.D.

Kegiatan ini berhasil mendapatkan hibah program kompetitif internasional yang digagas German Academic Exchange Service (DAAD) dan The German Rectors’Conference (HRK) melalui University of Potsdam, Jerman.  

BACA JUGA: Permendikbudristek PPKS Bisa Cegah Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi

Pendanaan kegiatan berasal dari Kementerian Federal Kerja sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman (BMZ) yang diperuntukkan bagi alumni DIES Program di seluruh dunia. 

Tahun akademik 2021-2022 ini sebanyak 17 hibah diberikan untuk alumni DIES yang berasal dari ASEAN, Afrika dan Amerika latin. Dari Indonesia terdapat dua tim yang lolos seleksi, salah satunya adalah tim UPJ dan PCR.

BACA JUGA: Kemendikbudristek: Kegiatan Kewirausahaan di Perguruan Tinggi Vokasi Masih Rendah

Ketua Panitia ERICA, Eddy Yusuf mengatakan workshop ini dikemas sangat interaktif. Tujuannya saling memperkaya melalui berbagi pengalaman baik dari aspek tata kelola dan kepemimpinan.

Topik pembahasannya sangat relevan dengan kepentingan pimpinan Politeknik. Di antaranya grand design pendidikan vokasi di Indonesia, tren perkembangan dan tantangan Politeknik di Indonesia.

Kemudian sharing pengalaman baik dari beberapa institusi baik politeknik maupun universitas, kepemimpinan, bagaimana mengelola SDM yang beragam kompetensi dan motivasinya.

"Selain itu penjaminan mutu serta adanya keunikan berupa project action plan yang harus dibuat masing-masing peserta untuk mentransformasikan politekniknya menjadi makin unggul," terang Eddy dalam siaran persnya, Rabu (15/12).

Untuk menambah manfaat pelaksanaan workshop ERICA ini, lanjutnya, UPJ mendapat dukungan dari ITC memberikan tambahan manfaat berupa 100 sertifikasi internasional IC3 dan 100 sertifikasi internasional G metrix per Politeknik yang menjadi peserta workshop ERICA. 

Total dukungan ini setara dengan Rp1,7 miliar.  Selain dua macam sertifikasi internasional IC3 dan G-metrix, politeknik peserta ERICA juga dibekali dengan workshop IC3 dan G-metrix  bagi dosen-dosen, serta Seminar Digital Literacy bagi mahasiswa. 

Sebanyak 13 politeknik yang akan menerima manfaat kerja sama ini adalah Politeknik Jambi, Politeknik Caltex Riau, Politeknik Astra, Politeknik Aceh, Politeknik Kerlapa Sawit Citra Widya Edukasi.

Selanjutnya Politeknik Tonggak Equator, Politeknik Indonesia Venezuela, Politeknik Indonusa Surakarta, Politeknik Unisma Malang, Politeknik Aceh Selatan. Juga Polytechnic of Wilmar Business Indonesia, Politeknik Pariwisata Batam, dan Politeknik Bhakti Kartini. (esy/jpnn)


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler