Begini Janji Mendag soal MinyaKita, Rakyat Mencatat Lho, Pak!

Rabu, 08 Februari 2023 – 06:45 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan bahwa akan menambah kuota MinyaKita. Foto ilustrasi: Wenti Ayu/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) berjanji bakal menambah kuota pasokan minyak goreng subsidi MinyaKita dari sebelumnya 300 ribu ton menjadi 450 ribu ton per bulan.

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan penambahan kuota itu dalam upaya memenuhi kebutuhan pasar.

BACA JUGA: Pedagang Pasar Galau, Beras Bulog dan MinyaKita Langka, Kapan Datang?

"Mulai bulan ini akan ditambah. Sebelumnya (kuota) 300 ribu ton per bulan, kita naikkan menjadi 450 ribu ton per bulan," kata Zulhas sapaan karibnya seusai berkunjung ke Trenggalek, Jawa Timur, Selasa.

Menurut Politikus PAN itu, permintaan minyak goreng subsidi yang dinilai memiliki harga lebih murah Rp 14 ribu per liter cukup tinggi.

BACA JUGA: Beli Minyak Goreng MinyaKita Harus Bawa KTP

Di sisi lain, minyak curah kemasan lainnya dibanderol di kisaran Rp 16 ribu hingga Rp 18 ribu per liter, bahkan ada yang sampai Rp 20 ribu per liter.

"Kami akan melarang pembeli secara banyak atau grosir dan akan mengutamakan barang tersebut masuk pasar. Pembelian dibatasi, boleh orang beli minyak 10 liter, harus menyertakan KTP (Kartu Tanda Penduduk)," kata Mendag.

Dia menyebutkan larangan pembelian MinyaKita secara grosir itu diharapkan dapat menjaga kestabilan ketersediaan produk di pasaran, sehingga tidak terjadi kelangkaan yang dapat mempengaruhi harga.

Pembelian grosir nantinya berpeluang dijual secara daring, sehingga dinilai kurang relevan sesuai sasaran program minyak goreng pemerintah.

"Untuk pembelian secara daring akan dikurangi dan diprioritaskan barang masuk pasar,” kata Mendag.

MinyaKita diburu banyak konsumen karena kualitasnya yang baik dan harganya ramah di kantong.

Sejumlah pasar tradisional di berbagai daerah kerap mengalami kelangkaan barang dan kenaikan harga, salah satunya terjadi di Pasar Basah Trenggalek yang harga minyak goreng curah kemasan mencapai R p15 ribu hingga Rp 15.500 per liter.

“Harganya agak naik, biasanya dijual sesuai tulisan di kemasan Rp 14 ribu, tapi dijual Rp 15 ribu,” kata Siti, salah satu pedagang di Pasar Basar Trenggalek mengacu pada harga penjualan kisaran akhir Januari lalu.

Dia mengaku menjual MinyaKita di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) itu karena dapat harga dari distributor Rp 14.500. Selain harga yang naik, kata dia, pasokan minyak goreng subsidi itu tak selancar sebelumnya.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Mendag   minyakita   Minyak Goreng   Zulhas   Pasar  

Terpopuler