Begini Strategi Karolin untuk Mencegah Praktik Korupsi

Kamis, 21 Juni 2018 – 21:38 WIB
Tiga Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat pada acara Debat Kandidat Tahap Akhir yang diadakan KPU Provinsi Kalbar di Pontianak, Kamis (21/6/2018). Foto: ist

jpnn.com, PONTIANAK - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalbar nomor urut dua, Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot, mengungguli dua paslon lainnya pada acara Debat Publik Pilkada Kalbar 2018 tahap akhir, yang diadakan KPU Provinsi Kalbar di Hotel Aston Pontianak, Kamis (21/6/2018) sore.

Dari sekian sesi, dalam debat yang mengusung tema “Politik, hukum, kepemerintahan yang baik dan kualitas pertumbuhan ekonomi daerah," Karolin-Gidot sangat menguasai setiap menjawab pertanyaan dari tim perumus maupun saat memberikan pertanyaan atau menanggapi penjelasan dan komentar dari paslon lain.

BACA JUGA: Usai Pengamanan Mudik, Polri Fokus Hadapi Pilkada Serentak

Seperti pada saat moderator melemparkan pertanyaan terkait upaya dan antisipasi korupsi di lingkungan pemerintahan apabila terpilih menjadi kepala daerah. Dengan cerdas Karolin memaparkan solusinya.

“Di Kalbar terjadi peningkatan kasus korupsi tiap tahunnya. Ke depan kita akan memaksimalkan fungsi e-bugeting, e-planning dan sistem lainnya. Kita akan meningkatan kerja sama dengan KPK, BPK untuk pihak lainnya untuk memperkecil peluang adanya korupsi di jajaran Birokrasi Kalbar,” kata Karolin.

BACA JUGA: Paslon dari PDIP Ini Bakal Menang Telak, Sulit Terkejar

Karolin menyatakan, dirinya akan mendukung komitmen pemberantasan korupsi dalam berbagai bentuk, karena menurutnya korupsi adalah musuh bersama yang harus dilawan.

"Kita semua komitmen mendukung pemberantasan korupsi dalam berbagai bentuk mulai dari pungutan liar (pungli), gratifikasi, suap sampai pada penyalahgunaan wewenang dan keuangan negara. Karena telah tertanam di benak kita bahwa korupsi adalah kejahatan luar biasa terhadap kemanusiaan, menjadi faktor utama penghambat pembangunan kesejahteraan rakyat, korupsi adalah musuh bersama yang harus kita lawan bersama," ujar Karolin.

BACA JUGA: Prajurit TNI AL Terlibat Pengamanan Pilwako Tegal

Berkenaan dengan pertanyaan gagasan paslon dalam membangun Kalbar yang lebih baik, kata Karolin, kuncinya adalah sinergi antar pemerintah daerah, pusat dan pihak-pihak lainnya.

“Kunci keberhasilan pembangunan di Kalimantan Barat adalah adanya sinergisitas antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat serta pihak ketiga," terangnya.

Karolin menjelaskan kondisi APBD Provinsi Kalbar yang hanya Rp 5,2 triliun belum mampu untuk memeratakan pembangunan hingga ke tingkat daerah. Namun, dengan jejaring kuat yang dimiliki paslon nomor urut dua di pusat khususnya dengan Presiden RI, pembangunan Kalbar yang lebih maju akan mudah terwujud di tangan Karolin-Gidot.

“Kami tidak hanya berjanji, kami sudah buktikan. Pembangunan Jembatan Pak Kasih di Tayan, PLBN Aruk, Entikong dan Badau serta pembangunan jalan paralel perbatasan merupakan bukti yang dapat kita lihat saat ini," kata Karolin.

Acara Debat Publik tahap akhir menyajikan tiga paslon, yaitu Milton-Boyman, Karolin-Gidot, dan Midji-Norsan. Sebelum acara debat dimulai, Karolin dan Gidot kompak mendatangi dua paslon lainnya, menyalami mereka penuh dengan rasa persaudaraan.

Datang menyalami paslon lain, sontak orang-orang yang ada di arena debat bertepuk tangan, memberikan penghargaan kepada Karolin-Gidot. Tidak cuma dari pendukungnya, standing applause juga diberikan pendukung dari paslon lain.(jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Survei Terbaru: Djarot-Sihar Paling Jujur, Eddy-Musa Tegas


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler