Begini Upaya Pemerintah Mengantisipasi Masuknya Varian Baru Covid-19 dari Inggris

Kamis, 24 Desember 2020 – 21:43 WIB
Ilustrasi logo virus corona. foto: Antara

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah melakukan sejumlah tahapan untuk mengantisipasi masuknya varian baru Covid-19 dari Inggris ke Indonesia. Sejauh ini belum ditemukan ada bukti kemunculan virus tersebut di Tanah Air.

"Kita harus waspada dengan tingkat kasus positif dan infeksi yang makin tinggi. Kita jaga varian ini tidak ikut menjadi lebih berat. Tetapi saat ini kita coba simpulkan belum ada bukti yang menunjukkan varian ini sudah ada di Indonesia," kata Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro dalam webinar bertajuk Mutasi Virus Corona, Bagaimana Mengantisipasinya? yang diselenggarakan Satgas Covid-19, Kamis (24/12).

BACA JUGA: Virus Baru Covid-19 Muncul, Begini Penjelasan Satgas

Meski demikian, Bambang menyadari sistem genomic monitoring dan surveilans Indonesia tidak semaju Inggris yang bisa menemukan varian baru Covid-19.

Sementara itu, dua negara tetangga yaitu Australia dan Singapura sudah menemukan adanya penularan virus Covid-19 varian Inggris itu. Dengan begitu, kata Bambang, Indonesia tentu harus lebih berhati-hati.

BACA JUGA: Sekuriti Hotel Penganiaya Dokter Ranisa Larasati Ditangkap, Motifnya Mengejutkan, Nih Pelakunya

Mantan kepada Bappenas itu juga menginginkan adanya perhatian lebih kepada PCR test yang menargetkan pada gen s. Kedua, harus dilakukan studi epidemiologi dan virologi lebih lanjut mengenai mutasi terhadap fungsi virus dalam infektivitas dan patogenitas.

Namun, yang paling penting adalah meningkatkan whole genome sequencing (WGS) secara rutin terhadap virus Sars-CoV-2 dan berbagi data secara internasional. "Khususnya untuk melaporkan jika ditemukan mutasi yang sama," kata dia.

BACA JUGA: Irwan Demokrat Sentil Sandiaga Uno

Menurut Bambang, pihaknya bersama LBM Eijkman tengah melakukan pemetaan genom Sars-CoV-2 dari seribu sampel klinis di berbagai daerah Indonesia dengan metode WGS.

Upaya itu bertujuan untuk memahami distribusi dan pola penyebaran virus, memberikan informasi mengenai karakteristik dari masing-masing isolat di tiap daerah yang bermanfaat untuk pencegahan.

"Dan mendukung semua penelitian terkait Sars-CoV-2 termasuk pengembangan vaksin dan antivirus," jelas Bambang.(tan/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler