Beginilah Cara Masyarakat Dayak Mengucap Syukur

Rabu, 27 April 2016 – 17:46 WIB
Oesman Sapta menghadiri prosesi Adat Dayak Naik Dango ke XXXI, di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Foto: ist for JPNN

jpnn.com - MEMPAWAH - Prosesi Adat Dayak Naik Dango ke XXXI, di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, sangat meriah. 

Acara yang juga dihadiri Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta tersebut berlangsung di Rumah Adat Dayak Kabupaten Mempawah, dusun   Pak ona Desa Pak Laheng  Kecamatan Toho Kabupaten Mempawah, pada Rabu (27/4).
 
Acara Naik Dango ke XXXI, ini juga dihadiri Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis, MH, Bupati Mempawah Drs. H. Ria Norsan, serta ribuan warga masyarakat kabupaten Mempawah dan sekitarnya. 
 
Naik Dango ke XXXI tahun 2016 berlangsung meriah.  Meski sepanjang jalannya  acara,  matahari bersinar dengan teriknya.  

BACA JUGA: Ini Saran Akom ke Jokowi Jika RUU Tax Amnesty Tak Kunjung Jadi

Ratusan penari pria dan wanita, mengenakan pakaian adat dayak, menari penuh semangat. Sesekali mereka berteriak melengking, yang diikuti penari lainnya secara bersamaan.
 
Naik Dango  merupakan upacara adat yang dilaksanakan oleh suku Dayak Kanayatn. Upacara adat ini  dilaksanakan sejak masyarakat Dayak mengenal bercocok tanam padi. Naik Dango diselenggarakan setiap tahun setelah masa panen padi selesai.
 
Upacara adat ini dilaksanakan sebagai bentuk syukur kepada Jubata (Sang Pencipta), yang memberikan anugerah pada kegiatan pertanian. Naik Dango diselenggarakan dengan maksud hasil panen ditahun berikutnya bisa berlimpah.
 
Naik Dango sendiri biasa dilaksanakan dibeberapa kabupaten di Kalimantan Barat. Yaitu Kabupaten Mempawah, kabupaten Landak dan kabupaten Kubu Raya.
 
Tahun ini Naik Dango di Mempawah dimulai dengan kegiatan mengantar padi yang masih bertangkai ke lumbung atau dango. Rangkaian ini dinamakan ngantat tangkeatn padi ka'dango padi. Kemudian dilanjutkan ritual inti, berupa nyangahatn atau memanjatkan doa kepada Jubata (Tuhan Yang Maha Esa)
 
Setelah itu prosesi diteruskan dengan penghantaran hasil panen dan persembahan lainnya ke dalam tempat bernama panompo. Sebuah tempat yang menyerupai rumah, perahu atau bentuk lain. Setiap panompo diterima timanggong, prosesi ini dinamakan ngantat panompo. (adv/sam/jpnn)

BACA JUGA: Hmmm... Ruki Dipercaya Pimpin Mahkamah Partai Kakbah

BACA JUGA: Ada SK Menkumham, Buat Apa Lagi Munaslub Golkar?

BACA ARTIKEL LAINNYA... Target Pengesahan RUU Tax Amnesty Meleset


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler