Beginilah Ritual Membujuk Penghuni Danau Toba

Senin, 25 Juni 2018 – 07:36 WIB
Eva Kristiani Nainggolan anak dari Maria Munthe meletakkan daun sirih di pinggir danau sebagai ritual mangelek di Pelabuhan Tigaras. Foto: Suyadi/Metro Siantar

jpnn.com - Proses pencarian korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba juga dilakukan dengan pendekatan kearifan lokal, Sabtu (23/6). Jasa spiritual juga digunakan agar para korban segera ditemukan.

Yusran Manik, anggota grup Gondang Batak Sahata Hita Pematang Sidamanik memainkan Gondang Pangelek-elek di lokasi perkiraan kapal tenggelam. Ritual ini ditujukan untuk membujuk sekaligus meminta ijin kepada ‘penghuni’ Danau Toba.

BACA JUGA: Angka Jumlah Penumpang KM Sinar Bangun Belum Akurat

“Gondang ini untuk mangelek Danau Toba, dengan harapan para korban ditemukan,” kata Yusran, saat diwancarai sejumlah wartawan di Pelabuhan Tigaras.

Untuk ritual mangelek, lanjut Yusran, akan disiapkan beberapa bahan yang akan dimasukkan ke dalam bakul. Diantaranya beras, telur dan uang. Grup gondang batak ini akan dipimpin seorang paranormal.

BACA JUGA: KM Sinar Bangun Ditemukan, Ditandai dengan Jangkar

Sebelumnya Maria Magadelana Munthe (52) melakukan ritual di Pelabuhan Tigaras, dengan harapan suaminya Loncer Nainggolan (54) segera ditemukan.

BACA JUGA: Danau Toba Memang Curam, Dalam Sekali

Di tepi Danau Toba Dermaga Tigaras, Jumat (22/6) sekira pukul 13.00 WIB, dengan menggunakan alas dari tikar, ibu dua anak itu membacakan doa dan harapan kepada sang pencipta, agar suaminya dapat segera ditemukan.

Bersama dua putrinya, Maria dengan sabar menunggu sambil mengunyah sirih. Maria asal Gajah Pokki, Haranggaol ini turut melaksanakan ritual ‘mangelek’ atau memanggil roh suaminya agar timbul ke permukaan. Mangelek ini menggunakan beberapa lembar sirih diletakkan di pinggir danau.

“Ini namanya mangelek. Seperti memanggil roh agar datang ke mari,”ujarnya kepada para awak media dengan kelopak mata yang semakin sembab.

Sebelum meletakkan beberapa lembar sirih di pinggir danau, Eva Kristiani Nainggolan (15) putri bungsunya memanjatkan doa. Ia berdoa sambil menggenggam sirih.

BACA JUGA: KM Sinar Bangun Ditemukan, Ditandai dengan Jangkar

Tak hanya sirih, dua botol tuak juga diletakkan di pinggir danau. Dua botol tuak ini juga sebagai proses ritual. “Suami saya suka minum tuak. Jadi ini juga agar memanggil roh suami saya agar timbul,”tambahnya. (adi/esa)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mulai Hari Ini, Tertib Keselamatan Pelayaran di Danau Toba


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler