Belajar Cegah Karhutla Sejak Dini Bersama Manggala Agni

Kamis, 08 Maret 2018 – 10:53 WIB
Manggala Agni memberikan bimbingan dan pendidikan soal lingkungan sejak dini. Foto: KLHK

jpnn.com, KONAWE SELATAN - Manggala Agni Daops Tinanggea, Sulawesi Tenggara punya program Kendaraan Giat Belajar, tempat di mana generasi muda diajak untuk menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kendaraan ini diperuntukkan buat murid TK, SD, atau SMP di Kabupaten Konawe Selatan, yang merupakan wilayah rawan karhutla di sekitar Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai.

BACA JUGA: Masyarakat Bisa Gunakan Dana Bergulir untuk Usaha Kehutanan

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Raffles B. Panjaitan mengatakan, program berjalan di awal tahun ini, merupakan modifikasi kendaraan operasional Manggala Agni sebagai transportasi antarjemput anak-anak sekolah.

BACA JUGA: Begini Strategi Percepatan Perhutanan Sosial KLHK

"Kendaraan ini menjadi pintu masuk dalam upaya pendekatan kepada masyarakat, melalui edukasi lingkungan dan karhutla sejak dini. Dalam perjalanan antarjemput dan waktu-waktu khusus sebelum dan setelah jam sekolah, tenaga pengajar yang juga dari anggota Manggala Agni ini menyampaikan materi pengajaran," kata Raffles.

Saat ini terdapat tiga desa yang memperoleh layanan ini, yaitu Desa Tatangge, Desa Lanowulu dan Desa Roraya. "Inovasi ini sangat membantu Manggala Agni untuk mensosialisasikan pencegahan karhutla dan bina cinta lingkungan. Melalui pendekatan kepada anak-anak sekolah diharapkan mereka akan menularkan ilmu yang diperolehnya kepada orang tua dan lingkungan sekitar. Sebagai generasi penerus, penyadartahuan ini sangat penting," kata Raffles.

BACA JUGA: Kapal Rainbow Warrior Greenpeace akan Bersandar di Indonesia

Inovasi Manggala Agni ini mendapat apresiasi dari Menteri LHK, Siti Nurbaya, selain upaya-upaya pencegahan karhutla yang selama ini siaga dilakukan di lapangan.

“Banyak jalan dan cara untuk masuk dan menyatu bersama masyarakat. Pendekatan terus menerus harus dilakukan kepada masyarakat untuk mengajak mereka agar mencegah karhutla. Generasi muda harus diberikan pemahaman akan pentingnya menjaga lingkungan, dan mencegah karhutla sejak usia dini, yang nantinya diharapkan akan tercipta generasi yang mencintai alam dan lingkungannya agar tetap lestari,” ujar Siti Nurbaya.

Berdasarkan informasi di lapangan, diketahui bahwa orang tua murid-murid yang mendapatkan layanan ini, merasa sangat terbantu dan merasa lebih aman ketika anak-anaknya dititipkan di Kendaraan Giat Belajar ini. Sebagian dari mereka juga berujar bahwa akan menghentikan perilaku membakar lahan, karena merasa adanya kedekatan moril dengan Manggala Agni yang semakin tumbuh.

Tidak ketinggalan, para guru pun merasakan manfaatnya, antara lain anak-anak didik mereka datang ke sekolah semakin tepat waktu, peningkatan pengetahuan dan terbentuknya perilaku santun. Sebagian anak-anak bahkan bercita-cita ingin menjadi Manggala Agni.

Sementara pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK pada Rabu (7/3) pukul 20.00 WIB, berdasarkan satelit NOAA-19, terpantau 29 hotspot, empat titik masing-masing di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur, satu titik di Kalimantan Tengah, 17 titik di Kalimantan Utara, dan tiga titik di Sulawesi Selatan. Adapun satelit TERRA-AQUA (NASA) Conf. level >80%, mendeteksi dua hotspot di Sulawesi Selatan. (adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Siti Nurbaya dan Tri Rismaharini Dapat Pujian dari Warganet


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler