Belajar dari Kisah Nono, Generasi Muda Indonesia Mampu Bersinar di Kancah Internasional  

Minggu, 26 Februari 2023 – 23:26 WIB
Sampoerna University kembali menggelar wisuda tatap muka pada 2022 lalu. Foto: dok. website Sampoerna University

jpnn.com, JAKARTA - Peluang generasi muda Indonesia untuk terus mengembangkan diri agar setara dengan standar pendidikan dunia makin besar saat ini.

Masih ingat cerita tentang kehebatan Nono? bocah berprestasi asal Nusa Tenggara Timur yang menjuarai kompetisi matematika internasional dalam ajang ABG International Mathematics Competition yang diselenggarakan International Abacus Brain Gym.

BACA JUGA: Dokter Cantik Ini Beber 6 Efek Negatif TikTok Bagi Generasi Muda

Diketahui, pemilik nama Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay itu mengalahkan 7.000 siswa lainnya dari berbagai belahan dunia dalam ajang itu.

Nono, sang bocah cerdas ini berhasil menarik perhatian banyak kalangan. Jerome Polin sang selebgram yang terkenal sangat cerdas matematika dan sudah melanglang buana mengenyam pendidikan di luar negeri, dibuatnya berdecak kagum.

BACA JUGA: Airlangga Ajak Generasi Milenial Sumbang Pemikiran Bagi Indonesia

Belum lagi, kekaguman yang ditunjukan Mendikbud Nadiem Makarim atas prestasi yang diraih bocah yang belum genap 10 tahun itu.

Menteri Nadiem juga menyiapkan beasiswa untuk Nono yang dianggapnya sebagai dengan talenta berprestasi.

BACA JUGA: Customs Goes To School jadi Andalan Bea Cukai Kenalkan Tupoksinya ke Generasi Muda

Lewat kisah Nono ini, masyarakat Indonesia seolah mendapat secercah harapan bahwa masyarakat Indonesia yang datang dari beragam latar pendidikan juga bisa bersinar di dunia internasional.

Bukan tidak mungkin, sosok-sosok seperti Nono lainnya bisa juga menunjukkan bakat dan keahliannya kepada dunia lewat pendidikan.

Saat ini, dunia pendidikan di Indonesia sudah mulai terbuka untuk melihat cara belajar yang efisien tetapi tetap bisa untuk meningkatkan kemampuan pelajarnya.

Semua pintu untuk menjadi generasi muda berprestasi terbuka lebar selama sekolah, kampus, dan lembaga pendidikan juga membuka peluang itu untuk pelajar dan mahasiswa.

Mendikbud Nadiem Makarim dalam pernyataannya di peringatan Hari Sumpah Pemuda 2022 lalu mengajak pemuda Indonesia untuk terus melangkah dan tidak menunggu dunia berubah.

Menurut Menteri termuda di Kabinet Indonesia Maju ini, satu-satunya kegagalan adalah kalau hanya diam di tempat.

“Satu-satunya kesuksesan adalah kalau para pemuda terus melangkah ke depan,” kata Nadiem kala itu.

Dia meyakini generasi muda Indonesia juga harus memiliki kapasitas intelektual dan kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepeloporan yang mumpuni agar mampu berperan aktif dalam kancah internasional.

Tak bisa dipungkiri, saat ini dibutuhkan sekolah dan lembaga pendidikan yang mumpuni untuk membentuk generasi muda Indonesia menjadi duta bangsa yang berkualitas di dunia global.

Selain kurikulum yang sesuai untuk kebutuhan pelajar masa kini, juga dibutuhkan sekolah atau lembaga pendidikan yang bisa menjadi sebuah komunitas belajar mempersiapkan siswa untuk sukses baik secara akademis maupun profesional.

Dalam sebuah sekolah maupun kampus yang berkualitas bagus, diharapkan siswa tidak hanya akan belajar dan memperoleh keahlian akademis, tetapi juga menjawab tantangan pendidikan lainnya.

Di antaranya tantangan untuk berpikir, melakukan, dan tumbuh menjadi lebih baik.

Sebuah lembaga pendidikan harus memiliki program yang bisa menjamin pemberian keterampilan dan kredensial yang lebih baik bagi pelajar dan atau mahasiswa untuk membuka pintu berkarier di kancah nasional maupun internasional setelah lulus nanti. 

Siswa-siswa seperti Nono dan pelajar-pelajar berprestasi lainnya layak mendapatkan tempat di lembaga pendidikan berkualitas untuk mengasah kecerdasan dan menunjukkan lebih banyak keberhasilan di dunia global. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler