Belajar yang Rajin ya, USBN Tahun ini Ada Soal HOTS

Sabtu, 19 Januari 2019 – 16:03 WIB
Siswa SMA ujian nasional. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Para siswa jenjang SMA harus mempersiapkan diri dengan baik jelang ujian sekolah berstandar nasional alias USBN pada 4-15 Maret mendatang.

Sebab, 30 persen soal USBN akan mengusung soal high order thinking skills (HOTS). Yaitu soal dengan tingkat kesulitan tinggi.

BACA JUGA: USBN SMA Sekarang Bisa Pakai Smartphone

Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Jawa Timur Ety Prawesti menyatakan, komposisi soal USBN sudah ditetapkan.

Yakni, 20-25 persen soal berasal dari Kemendikbud. Selebihnya, 75-80 persen soal berasal dari provinsi. "Soal HOTS juga ada sebanyak 30 persen," katanya.

BACA JUGA: Sebagian Guru Kurang Paham Soal HOTS

Menurut Ety, para siswa harus mempersiapkan diri dalam menghadapi soal HOTS. Terutama untuk menghadapi soal-soal yang menjadi bagian dari perkembangan pola pikir dan nalar siswa dalam menyelesaikan permasalahan.

"Sekolah sudah melatih para siswanya," ucap dia.

BACA JUGA: Ayo, Genjot Latihan Kerjakan Soal HOTS UN 2019

Soal ujian, terang Ety, berupa pilihan ganda dan esai. Sebanyak lima paket soal sudah disiapkan untuk tiap-tiap mata pelajaran.

Pihaknya berharap para siswa bisa menjalani ujian dengan baik. Sebab, USBN merupakan bagian dari penentu kelulusan.

Sesuai dengan pedoman teknis USBN berbasis komputer dan smartphone (BKS) 2019, kelulusan siswa ditentukan dalam rapat pleno yang diselenggarakan panitia sekolah. Rapat pleno tersebut dihadiri dewan guru serta kepala sekolah.

Setidaknya ada empat hal yang menjadi kriteria kelulusan. Yakni, para siswa harus menyelesaikan seluruh program pembela­jaran, memperoleh nilai sikap atau perilaku minimal baik, mengikuti ujian nasional, serta lulus USBN sesuai kriteria yang ditetapkan satuan pendidikan.

Ety menyebutkan, meski penentuan kelulusan diatur sekolah, kontribusi USBN terhadap kelulusan bisa mencapai 80 persen.

Pada USBN kali ini, Dinas Pendidikan Jatim juga menerapkan inovasi baru. Yakni USBN BKS yang berlaku untuk SMA negeri dan swasta.

Terkait hal itu, Ety mengaku tidak membatasi jumlah sekolah yang akan menggunakan smartphone.

Alih-alih USBN menggunakan komputer yang jumlahnya terbatas, ujar Ety, sekolah bisa mengoptimalkan smartphone yang dimiliki para siswa.

Karena itu, pihaknya tidak menargetkan berapa sekolah yang menerapkan kebijakan menggunakan smartphone saat USBN.

"Karena itu opsi saja. Kami mendata untuk nanti disinkronkan sistemnya. Ada tim help desk yang akan membantu," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Jatim Akh. Muzakki mengajak para kepala sekolah memetakan atau memastikan para siswa yang terbiasa dan tidak terbiasa menggunakan smartphone. Sebab, penggunaan smartphone dalam USBN tidak bisa dipaksakan.

"Sebab, hasilnya tentu akan berkaitan dengan kualitas capaian pendidikan di sekolah itu sendiri," ujarnya.

Meski begitu, pihaknya berharap pelaksanaan ujian bisa berlangsung dengan lancar dan tanpa kendala.

Guru besar bidang sosiologi pendidikan UINSA itu juga mengajak para kepala sekolah tenang dan mengantisipasi kepanikan yang mungkin bisa terjadi selama proses ujian.

Juga mengondisikan para siswa untuk tidak membuat gaduh pelaksanaan ujian di kelas lain. "Selanjutnya, berkomunikasi dan berkoordinasi dengan tim reaksi cepat untuk penyelesaiannya," tutur Muzakki. (puj/c9/end/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Soal HOTS UN dan Zonasi Dominasi Pengaduan di KPAI


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
soal hots   USBN  

Terpopuler