Belarusia Tambah Investasi USD 10 Juta

Senin, 28 Maret 2011 – 18:45 WIB
JAKARTA - Satu lagi investor mancanegara menambah investasinya di IndonesiaKali ini giliran PT De Vanir Source Indonesia (DVSI), agen tunggal pemegang merek (ATPM) ban asal Belarusia, Belshina, menambah investasi USD 10 juta untuk menambah jaringan penjualan

BACA JUGA: HIPMI Desak Pemerintah Revisi UU Pengadaan Tanah

Selain menarget penjualan ban bus dan truk naik lipat tiga, salah satu produsen ban terbesar di Eropa itu mulai memasarkan ban mobil penumpang.

Direktur Utama PT DVSI Yosef Adityo Nugroho mengatakan pihaknya melanjutkan komitmen yang terjalin setelah Indonesia meneken hubungan bilateral dengan Belarusia pada 2009
Belshina hadir di dalam negeri memanfaatkan momentum tersebut dan saat ini sudah memiliki 12 authorize diler tersebar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Untuk meningkatkan penjualan dan layanan kepada konsumen, pada 2011 ditargetkan jumlah diler bertambah menjadi 30 dengan investasi USD 9 juta-USD 10 juta

BACA JUGA: Ranking Jeblok, Suzuki Perkuat SDM

"Kami mulai melakukan penjualan sejak Juni 2010 setelah mendapat Standard Nasional Indonesia (SNI)," ungkapnya kemarin.

Pada 2010, DVSI mengimpor langsung Belshina untuk truk dan bus dari Belarusia sebanyak 58 kontainer atau mencapai 14 ribu unit ban
Tahun ini, kata Yosef, dengan penambahan jaringan penjualan pihaknya optimistis penjualan akan melonjak tiga kali lipat.

Sekitar 80 persen penjualan adalah business to business antara lain dengan PT Pertamina yang seluruh mobil tangkinya di Sumatera sudah menggunakan produk Belshina

BACA JUGA: Jasa Marga Siapkan Rp29,3 Triliun untuk Bangun Tol

Tahun ini, DVSI meraih kontrak dengan PT Elnusa dan Patraniaga Plumpang yang seluruh kendaraan tangki dan kontainernya segera menggunakan Belshina"Sebanyak 20 persen penjualan sisanya dari ritel," ucapnya.

Mulai semester dua 2011, pihaknya merealisasikan penjualan ban untuk kendaraan penumpangSaat ini, pihaknya masih menyelesaikan proses administratifTarget perusahaan, untuk lima tahun pertama lebih kepada research development mencari pola sesuai untuk melebarkan jaringan pemasaranBelum ada rencana membangun pabrik di Indonesia"Kita mengutamakan usia ban yang jauh lebih panjang tetapi biaya layak sehingga tercapai nilai efisiensi," tuturnya.

Belshina Open Joint Stock Company (JSC) di Bobruisk Republic of Belarus dikenal sebagai manufaktur terbesar di EropaSaat ini, Belshina telah memproduksi lebih dari 300 jenis ban untuk kebutuhan mining, industrial, mobil penumpang, truk dan bus, serta mesin agrikulturBelshina yang berdiri sejak 1965 sudah masuk ke 60 negara bukan hanya di Eropa tetapi juga Timur Tengah, Asia, Afrika, dan Amerika(gen/oki)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pangsa Pasar Honda Tembus 60 Persen


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler