Belum Menikah, Presiden Ini Dianggap...

Kamis, 26 Mei 2016 – 08:15 WIB
Tsai Ing-wen. Foto: reuters

jpnn.com - TAIPEI - Sejak menggantikan Ma Ying-jeou sebagai Presiden Taiwan 20 Mei lalu, Tsai Ing-wen masih menjadi sorotan, terutama dari kacamata Tiongkok.

Perempuan pertama yang menjadi kepala negara Taiwan itu menuai banyak kritik dari Negeri Panda. Dia bertolak belakang dengan Ma yang cenderung 'nurut' kepada Beijing. 

BACA JUGA: Wonderful Indonesia Ada di Potters Field London

Kemarin (25/5) kantor berita Xinhua memuat opini yang menyebut Tsai sebagai ekstremis. Si penulis opini, Wang Weixing, berpendapat demikian hanya karena presiden baru Taiwan itu berstatus lajang alias belum menikah. ’’Tsai Ing-wen tidak punya beban layaknya seseorang yang telah berkeluarga. Maka, strategi dan gaya kepemimpinannya akan lebih emosional, pribadi, dan ekstrem,’’ paparnya. 

Begitu opini tersebut tersebar luas lewat dunia maya, publik pun bereaksi. Bukan hanya publik Negeri Panda atau Taiwan, tetapi juga netizen dari seluruh penjuru dunia. Tsai yang vokal dan tidak pernah menutup-nutupi status lajangnya itu punya banyak pendukung di dunia maya. Bahkan, sebagian besar pendukungnya adalah warga Tiongkok. Rata-rata mereka menanggapi miring opini Wang tersebut.

BACA JUGA: Dianggap Ancaman, Muncul Wacana Larangan Islam di Negara Ini

Sebenarnya, Xinhua sudah menghapus opini kontroversial itu dari situs resminya. Namun, opini tersebut tetap masih bisa ditemukan lewat mesin pencari atau situs microbloging Sina Weibo. Ribuan netizen Tiongkok mengecam tulisan mantan petinggi militer Tiongkok itu. Mereka menganggap Wang diskriminatif. ’’Ini komentar paling bodoh sekaligus paling kasar yang pernah saya temukan,’’ jelas seorang netizen di Kota Beijing.

Jika Beijing sebegitu ’’perhatian’’ terhadap Tsai, itu lebih karena takut. Bukan karena sayang. Sebab, sejak awal menjabat, perempuan berkacamata tersebut mengesampingkan Beijing. Pada Senin (23/5) dia membatalkan gugatan hukum terhadap 126 demonstran antipemerintah yang menyerbu kantor kabinet pada 2014. Saat itu mereka memprotes rancangan kesepakatan dagang Taiwan dengan Tiongkok.

BACA JUGA: Turki Tangkap 16 WNI Terlibat ISIS, Ada yang Sudah Beraksi

Mengawali pemerintahannya, Tsai pun mengumumkan bahwa pemerintahannya tidak akan buru-buru melanjutkan pembahasan kerja sama dagang dengan Tiongkok. Bahkan, dia tidak tertarik untuk mencapai kesepakatan dagang dengan Tiongkok. (bbc/reuters/afp/hep/c15/any/adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Penjelasan Menlu soal Delapan TKI di Korsel Terlibat ISIS


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler