Benarkah Satpam yang Pingsan di Pinggir Jalan Itu Terinfeksi COVID-19? Begini Fakta Sebenarnya

Minggu, 29 Maret 2020 – 22:37 WIB
Seorang satpam di kota Medan, Sumut, mendadak jatuh pingsan di jalan. Foto: pojoksatu.id

jpnn.com, MEDAN - Seorang satpam di Kota Medan, Sumatera Utara, tiba-tiba jatuh pingsan saat berjalan kaki menuju sebuah warung. Kejadian itu pun langsung bikin warga setempat panik dan ketakutan.

Tak satu pun orang yang berani mendekat untuk memberikan pertolongan, karena satpam yang pingsan tersebut dikhawatirkan terinfeksi virus corona atau COVID-19.

BACA JUGA: Soal Warga Tolak Jenazah COVID-19, Bupati Gowa Beri Reaksi Begini

Peritiwa itu terjadi di depan Kantor Pemberdayaan Perempuan yang berada di Jalan Iskandar Muda, Medan Baru, Sabtu (28/3/2020).

Dari video yang beredar, pria masih berpakaian lengkap biru putih seragam tergeletak di jalan beberapa lama, sebelum akhirnya dibantu dibawa ke rumah sakit.

BACA JUGA: Ditolak Warga Sekitar TPU, Jenazah PDP COVID-19 Ini Akhirnya Dimakamkan di Sini

Setelah mendapat pertolongan, pria tersebut sadar dan kembali normal.

Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing menjelaskan pria tersebut Yakub Handoko, 35, warga Jalan Tanjung Mulia Raya, Gang Banten, Medan yang pingsan sekira pukul 14.00 WIB.

BACA JUGA: Suhendra Ingatkan Elite Politik Tak Perkeruh Situasi COVID-19

Martuasah mengatakan Yakub adalah satpam atau sekutiri yang bekerja di PT Srikandi dan bertugas di industri Nabati Lestari.

Kejadian itu berawal saat Yakub hendak membeli obat ke warung saat dirinya piket. “Tiba-tiba dirinya mengalami pusing sehingga terjatuh di depan trotoar depan kantor Pemberdayaan Perempuan Jalan Iskandar Muda,” ungkapnya saat dihubungi, Sabtu (28/3/2020).

Dari keterangan dokter, Yakub didiagnosa memiliki penyakit jantung dan sama sekali tak terifeksi virus corona. Korban langsung menjalani perawatan di lantai 3 Rumah Sakit Vina Estetika, karena kepalanya mengalami benturan saat jatuh.

BACA JUGA: Pencuri Sepeda Motor Milik Roy Martin Akhirnya Ditangkap Polisi, nih Orangnya

“Setelah melakukan konfirmasi dengan dokter yang di rumah sakit, korban menderita penyakit jantung atau hipertensi. Pihak dari dirut PT INL memberikan klasifikasi bahwasanya bukan korban bukan terpapar COVID-19,” pungkasnya. (nin/pojoksumut)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler