Bencana Way Ela, Sekolah Diliburkan

Jumat, 26 Juli 2013 – 16:45 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bencana jebolnya sebagian waduk Way Ela di Maluku Tengah menimbulkan dampak kerusakan cukup parah.

Data sementara mencatat sebanyak 470 unit rumah hilang tersapu air bah yang ketinggian hingga lebih 10 meter di dekat sungai. Bangunan umum lain yang hilang adalah 3 unit SD, 1 TK, 1 SMA, 1 taman pengajian, 1 jembatan, 2 mushola, 1 KUD, 1 puskesmas, 2 sarana air bersih, dan 1 tower telkomsel.

BACA JUGA: Bencana Way Ela, 3 Warga Dinyatakan Hilang

"Status Way Ela tanggap darurat bencana. Sehingga sekolah diliburkan. Tenda pengungsian BNPB akan digunakan untuk sekolah darurat," kata Sutopo, Jumat (26/7).

Menurutnya semua barang dan perabotan pengungsi telah hilang hanyut oleh banjir. Kebutuhan yang diperlukan adalah tenda keluarga, tenda pengungsi, selimut, matras, sandang, permakanan, peralatan dapur, sarung, mukena.

BACA JUGA: PTUN Banjarmasin Batalkan DPT dan TPS Pilkada Tala

Kondisi di pengungsian hampir tiap hari hujan deras karena bulan Juli adalah puncak musim penghujan di Maluku. Anomali suhu muka air laut yang lebih hangat menyebabkan hujan deras. Sehingga cuaca demikian akan berpengaruh pada pengungsi.

"Jumlah pengungsi 5.233 jiwa yang tersebar di Latan (4.287 jiwa) dan Patoi (946 jiwa). Sekolah diliburkan. Tenda pengungsian BNPB akan digunakan untuk sekolah darurat," pungkasnya.(Fat/jpnn)

BACA JUGA: Ribuan RTS Belum Ambil BLSM

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pejabat Dilarang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler