Benci Imigran, Trump Perintahkan Militer Jaga Perbatasan

Kamis, 05 April 2018 – 08:39 WIB
Presiden Donald Trump di Sidang Umum PBB. Foto: AFP

jpnn.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana mengerahkan militer ke perbatasan dengan Meksiko. Pasalnya, saat ini ada ribuan orang dari Honduras yang sedang dalam perjalanan menuju Negeri Paman Sam untuk mencari suaka.

Kedatangan rombongan yang disebut dengan istilah caravan itu jelas bikin Trump, yang membenci imigran, resah. Apalagi, tembok pembatas yang dijanjikannya pada masa kampanye lalu belum juga terealisasi.

BACA JUGA: Pangeran Mohammed Berulah, Raja Salman Telepon Trump

’’Sampai tembok tersebut berdiri dan kami memiliki sistem pengamanan yang layak, militer akan berjaga di perbatasan,’’ kata tokoh 71 tahun itu dalam jumpa pers Selasa waktu setempat (3/4) sebagaimana dilansir Associated Press.

Trump mengaku sudah membicarakan rencana tersebut dengan Menteri Pertahanan Jim Mattis. Namun, dia belum bisa memastikan jumlah personel militer yang dibutuhkan.

BACA JUGA: Donald Trump Bikin Pangeran Mohammed Gigit Jari soal Syria

Dalam kesempatan itu, Trump menyatakan bahwa Meksiko memiliki regulasi yang sangat baik mengenai imigran, sedangkan regulasi yang saat ini berlaku di AS sangat lemah.

Karena itu, sampai kapan pun, dia akan berupaya keras mewujudkan tembok permanen di perbatasan dua negara. Sebab, cara terbaik untuk mengurangi masalah sosial mengenai migran di AS hanyalah dengan mencegah kedatangan mereka.

BACA JUGA: Digugat Cerai, Donald Trump Jr Cuek Liburan Bareng Istri

Berdasar undang-undang federal AS, pemerintah tidak diperkenankan menugaskan para personel militer yang aktif sebagai polisi. Tapi, dalam situasi yang sangat genting, regulasi tersebut bisa dilanggar dengan restu Kongres.

Dalam kurun waktu 12 tahun terakhir, AS tiga kali menempatkan personel militer di perbatasan Meksiko. Mereka berperan layaknya polisi di sana.

’’Kami tidak bisa diam saja melihat orang-orang tersebut masuk wilayah kami secara ilegal dan kemudian menghilang setelah membaur dengan masyarakat. Setelah itu, kami selalu gagal menyeret mereka ke pengadilan,’’ paparnya sebagaimana dilansir CNN.

Kendati rencana Trump tersebut bukan hal baru, sejumlah pejabat Pentagon mengaku terkejut saat mendengar pengumuman tentang pengerahan militer ke perbatasan.

Sampai tembok permanen itu berdiri di perbatasan AS-Meksiko, militer tetap berjaga di sepanjang garis yang rawan diterobos imigran tersebut.

Trump juga menyinggung tentang caravan alias arak-arakan sekitar 1.100 warga Honduras yang kini berada di Meksiko. Ribuan arga yang digerakkan organisasi nonprofit Pueblo Sin Fronteras (People Without Borders) tersebut berparade dari Honduras sejak 25 Maret.

Tujuan mereka adalah Negeri Paman Sam. Rencananya, begitu berhasil masuk wilayah AS, para imigran itu langsung mencari suaka.

’’Caravan warga Honduras mencapai Meksiko dan semakin mendekati wilayah kami. Tepatnya ke perbatasan kami yang hanya dilindungi perundangan lemah. Karena itu, kami harus mencegah mereka semua masuk wilayah kami,’’ cuit Trump lewat akun Twitter sebagaimana dikutip Reuters.

Komentar tersebut dia sampaikan beberapa jam sebelum mengumumkan rencana untuk mengerahkan militer ke perbatasan. (hep/c22/dos)

 

Militer AS di Batas Meksiko

 

2006: Presiden George W. Bush mengerahkan 6.000 personel Garda Nasional di perbatasan AS dan Meksiko. Di bawah Operation Jump Start, para personel itu ditempatkan di Negara Bagian California, Arizona, New Mexico, dan Texas. Mereka bertahan di sana selama dua tahun. Selain mengawasi perbatasan dari udara, mereka menancapkan sekitar 1.000 tonggak besi untuk mencegah imigran masuk AS.

 

2010: Presiden Barack Obama menyiagakan sekitar 1.200 personel Garda Nasional di sepanjang perbatasan AS dan Meksiko. Tujuan pengerahan pasukan itu adalah melindungi perbatasan serta membantu tugas penjaga perbatasan dengan misi spionase dan intelijen.

 

2014: Gubernur Texas Rick Perry mengaktifkan sekitar 1.000 personel Garda Nasional dan menempatkan mereka di sisi selatan perbatasan AS dan Meksiko.

 

Sumber: CNN

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pos AS Merugi, Trump Salahkan Amazon


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler