Benda Pusaka Kerajaan Bone di Museum La Pawowi Hilang, Polisi Bergerak Mengusut

Rabu, 19 Januari 2022 – 22:34 WIB
Koleksi benda pusaka Kerajaan Bone yang tersimpan di Museum La Pawowi, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Foto: ANTARA/HO-Dokumentasi Dinas Kebudayaan Bone.

jpnn.com, BONE - Kepolisian masih mendalami kasus hilangnya benda-benda pusaka bersejarah Kerajaan Bone di Museum La Pawowi.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Komang Suartana mengatakan pihak masih menyelidiki untuk memastikan benda pusaka Raja Bone itu dicuri atau tidak.

BACA JUGA: 17 Tahun Mutia Angelia Hilang Kontak dengan Sang Ibu

"Ini masih rancu, apakah dia (terduga) mencuri atau apakah ia mengamankan barang milik orang tuanya," kata Kombes Komang Suartana, Rabu (19/1).

Perwira menengah Polri ini menyampaikan polisi mengumpulkan keterangan saksi dan bukti-buktinya di lapangan terkait kasus tersebut.

BACA JUGA: Apakah Kekhususan Jakarta Hilang Setelah Ada Ibu Kota Baru? Simak Jawaban Bang Doli 

"Ini masih dikembangkan," tegasnya.

Terpisah, ahli waris benda pusaka tersebut, Andi Baso Bone membantah tidak mencuri seperti yang dilaporkan pihak Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone pada 15 Januari 2022 di Polres setempat.

Andi Baso menjelaskan benda-benda itu milik ayahnya untuk diambil kembali setelah mendapat surat pemberitahuan pada 10 Januari 2022 terkait pengosongan rumahnya dekat museum dari Pemkab Bone.

BACA JUGA: Sempat Hilang 4 Hari, Pelajar Ini Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

"Itu barang koleksi orang tua saya, diminta disimpan di museum itu. Hampir semua kalangan pejabat di sini tahu latar belakang dari mana asal benda ini," ungkap Andi Baso.

Hadirnya benda-benda pusaka setelah ayahnya diminta tinggal di rumah itu, kini menjadi museum.

Sebab, rumah yang di tinggali di Jalan Sungai Kapuas Bone terdampak musibah angin kencang.

Pemkab Bone juga meminta agar koleksi yang dimiliki ayahnya sebagai pemangku adat Kerajaan Bone kala itu disimpan di museum.

Bersama keluarganya, dia pun pindah ke sana dan ditempati sejak 1978.

Namun belakangan dengan alasan penertiban aset daerah oleh Pemda, ia pun diminta pindah ke tempat lain.

Kendati demikian, pihaknya tetap kooperatif terhadap pemanggilan maupun pemeriksaan dari kepolisian.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan Pemkab Bone Andi Ansar Amal menyebut barang-barang pusaka yang hilang itu 95 persen.

Kejadian diperkirakan pada Sabtu (15/1).

Pihaknya memperkirakan, kejadian pencurian tersebut pada malam hari.

Sebab, banyak barang pusaka yang hilang tidak ternilai harganya dibawa kabur pencuri.

Dugaan sementara pelakunya orang yang pernah tinggal di belakang museum setempat setelah diminta pindah. (antara/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler