Bendera PDIP Dibakar, Untung Anak Buah Bu Mega Bukan Orang Barbar

Jumat, 26 Juni 2020 – 13:02 WIB
Ilustrasi PDI Perjuangan. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pembakar bendera PDI Perjuangan dianggap beruntung karena kader partai berlambang banteng moncong putih mengedepankan proses hukum.

Pasalnya, PDIP yang memiliki kader di seluruh Indonesia dinilai bisa terpicu karena pembakaran simbol partai tersebut.

BACA JUGA: Bendera PDIP Dibakar, Kalimat Ruhut Sitompul Ditujukan ke Pimpinan Aksi

Hal ini disampaikan pegiat media sosial Denny Siregar melalui akunnya di Twitter.

Dalam twitnya, Denny menilai pembakaran bendera partai bisa memicu kader untuk bertindak di luar koridor hukum.

BACA JUGA: Bendera PDIP Dibakar, Jangan Sampai Partai-partai Lain Juga Disasar

"Membakar bendera @PDI_Perjuangan sama dengan membakar simbol partai dan jutaan kader-kadernyanya," tulis Denny, Jumat (26/6).

Denny pun memuji kader PDIP yang tidak terpancing dan menganggap masalah pembakaran bendera sebagai hal yang personal.

BACA JUGA: Bendera PDIP Dibakar, Inilah Reaksi Puan Maharani

Termasuk elite partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu, lanjut Denny, langsung mendorong upaya penegakan hukum dan menahan aksi di akar rumput.

"Untungnya @PDI_Perjuangan bukan partai barbar. Mereka menempuh jalur hukum, itu bagus," twit Denny.

"Kalau mereka mau gerakkan kadernya, sudah habis kalian," tulis Denny kembali.

Terlepas dari itu, Denny juga mengharapkan penegak hukum bukan hanya memproses pelaku pembakaran bendera PDIP.

Menurut Denny, mereka yang menjadi koordinator lapangan juga perlu diproses hukum.

"Orang-orang di belakangnya yang menggerakkan demo, motor pergerakan mereka, yang memang sudah berniat memantik kerusuhan sejak awal. Kalau mereka dibiarkan, maka masalah seperti ini tdk akan pernah selesai," cuit Denny. (tan/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler