Bercerita soal Kepribadian Yosua, Bu Rosti Sebut Ferdy Sambo Sangat Kejam

Selasa, 01 November 2022 – 17:57 WIB
Dua orang tua mendiang Nofriansyah Yosua Hutabarat, Samuel Hutabarat dan istrinya, Rosti Simanjuntak, bersaksi pada persidangan terhadap Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (1/11). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ibunda almarhum Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), Rosti Simanjuntak, tak kuat menahan air matanya saat memberikan kesaksian pada persidangan terhadap Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (1/11).

Yosua tewas di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jaksel, pada 8 Juli 2022 karena ditembak.

BACA JUGA: Bersaksi, Ibunda Yosua Sebut Putri Candrawathi Terlalu Kejam Tanpa Nurani

Jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi, melakukan pembunuhan berencana terhadap polisi asal Jambi itu.

Rosti saat bersaksi di depan pasutri terdakwa pembunuhan itu menceritakan kepribadian Yosua.

BACA JUGA: Duduk di Kursi Saksi, Ayahanda & Ibunda Yosua Ogah Menatap Ferdy Sambo-Putri Candrawathi

"Selalu patuh dan hormat kepada siapa pun yang ditemuinya," kata Rosti.

Sebagai ibu sekaligus pendidik, Rosti mengaku selalu mendidik anak-anaknya selalu berbuat baik.

BACA JUGA: Kesaksian Janggal ART Keluarga Ferdy Sambo soal Yosua Mengangkat Putri Candrawathi

"Saya sarankan anak saya agar berbuat baik di mana pun berada," ujar Rosti di kursi saksi.

Nada suara Rosti terdengar berat. Matanya yang berkaca-kaca mengalirkan air mata.

Rosti yang didampingi suaminya, Samuel Hutabarat, menyebut Yosua merupakan anugerah dari Tuhan untuknya.

"Anak yang baik yang bisa jadi panutan," ucap warga Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi itu.

Rosti menyebut karier anaknya meang tidak cemerlang. Namun, katanya, Yosua tetap menjadi panutan.

"Walaupun dia tidak memiliki karier yang setinggi-tingginya, tetapi dia bisa menjadi contoh panutan dalam keluarga kami maupun di dalam tugasnya," kata Rosti.

Rosti juga menegaskan soal Yosua sejak kecil tidak pernah pernah menyakiti teman sepergaulannya.

"Anak saya ini belum pernah menyakiti hati kawannya," ucap Rosti.

Lebih lanjut Rosti menyebut Yosua taat beribadah. Yosua, kata Rosti, juga selalu mengingatkan kakak dan adik-adiknya  membaca Alkitab.

"Bagi seorang ibu yang melahirkan anaknya, itulah perilaku anakku dari kecil hingga besar," ujar Rosti.

Oleh karena itu, Rosti merasakan hatinya begitu hancur ketika tahu Yosua ditembak Richard Eliezer dan Ferdy Sambo.

"Saya sebagai ibu begitu hancurnya, begitu tersayat-sayatnya hatiku, mendengar berita almarhum Yosua terbunuh dengan sadisnya di tangan atasannya yang selayaknya melindungi, memberikan keamanan baginya, bagaimana dia bertugas mengawal bapak dan keluarganya di dalam tugasnya setiap hari," ujar Rosti.

Selain itu, Rosti juga mengaku sakit hati dengan Ferdy Sambo. "Sangat kejamnya," ujarnya.(Cr3/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler