Beredar Surat dari Korban Novel Baswedan, Isinya Bikin Merinding

Jumat, 12 Februari 2016 – 15:02 WIB
Novel Baswedan. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Penyelesaian kasus dugaan penembakan pencuri sarang burung walet di Bengkulu pada tahun 2004, yang menjerat penyidik KPK Novel Baswedan saat menjabat Kasatreskrim Polresta Bengkulu, tampaknya menemui jalan buntu.

Di tengah gonjang-ganjing penarikan berkas Novel di Pengadilan Negeri Bengkulu, kini muncul suara agar kasus itu tetap dilanjutkan ke meja hijau. 

BACA JUGA: Ini Tujuan Mendagri Haruskan Anak-anak Miliki KTP

Kali ini, korban penembakan di Bengkulu mendatangi KPK. Bahkan, mereka mengirim surat untuk Ketua KPK Agus Rahardjo. Surat diantar Yuliswan, pengacara para korban, Jumat (12/2) di markas KPK. 

"Alhamdulillah kami disambut baik oleh kelima pimpinan KPK," kata Yuliswan usai menghadap.

BACA JUGA: Resmi: Bareskrim Polri Tahan 2 Tersangka Korupsi Kondesat Negara

Dia mengatakan, kliennya dalam kesempatan itu menangis menceritakan penganiayaan yang terjadi. "Saya jelaskan sampai klien saya menangis menceritakan di depan Ketua KPK. Waktu itu korban salah tangkap, tidak melakukan pencurian tapi ditangkap," katanya. (boy/jpnn)

Mereka pun memberi surat kepada Agus Rahardjo Cs. Berikut isi surat yang beredar di kalangan wartawan:

BACA JUGA: 7 Pejabat Sumut Kembali Berurusan dengan KPK

Kepada Bapak Ketua KPK RI di Jakarta
Assalamualaikum Wr. Wb. 

Saya dan teman-teman menulis surat ini selaku korban memohon keadilan kepada pemimpin KPK yang mana melakukan penganiayaan dan penembakan tersebut yaitu saudara Novel Baswedan, yang sekarang ini bekerja sebagai penyidik KPK. Yang waktu itu menjadi Kasat Reskrim di Polda bengkulu

Tahun 2004 yang lalu saya pernah ditangkap dan dipukuli serta disetrum kelamin saya kemudian ditelanjangi hanya pakai celana dalam. Diborgol, satu borgol dua orang, lalu dinaikkan ke mobil pick up dan ditutup terpal di tengah malam yang gelap. Dibawa ke pantai Panjang Bengkulu, kemudian ditembak.

Saya dan teman-teman meminta dan memohon pertanggungjawaban saudara Novel Baswedan yang berlaku biadab kepada saya dan teman-teman. Jangan jadi pengecut dan berlindung di balik KPK. KPK lembaga yang bersih, hebat dan dipercaya masyarakat. Jika KPK bersikeras melindungi Novel Baswedan, kembalikan derita lahir batin saya dan teman-teman yang sudah kami alami selama 12 tahun. Kami menunggu dan menantikan keadilan di persidangan. 

Maka dengan ini saya dan teman-teman memohon kepada pimpinan KPK untuk tidak menghalangi persidangan yang kami tunggu sebagai bukti pertanggungjawaban Novel Baswedan atas perbuatannya. 

Saya dan teman-teman juga bertanya pada pimpinan KPK, bagaimana derita lahir batin yang kami alami selama ini atas perbuatan yang biadab Novel. Seandainya ini terjadi pada saudara atau keluarga saudara sehingga sekali lagi kami mohon keadilan untuk kasus Novel Baswedan segera disidangkan. 

Wassalam 
-Dedi Nuryadi
-Donny
-Irwansyah Siregar

BACA ARTIKEL LAINNYA... Inilah Dwi Handayani, Honorer K2 yang Meninggal di Depan Istana


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler