Berita Duka, Legenda Sepak Bola Meninggal Dunia Lantaran COVID-19

Minggu, 21 Juni 2020 – 19:54 WIB
Ahmed Radhi. Foto: Antara/AFP File

jpnn.com, BAGHDAD - Legenda sepak bola dunia asal Irak Ahmed Radhi meninggal dunia, Minggu (21/6) lantaran komplikasi terkait COVID-19.

Otoritas kesehatan di Baghdad menyebutkan, Radhi meninggal hanya beberapa jam sebelum ia diterbangkan untuk dirawat di Yordania.

BACA JUGA: Kabar Duka, Aktor Senior Meninggal Dunia

Radhi (56), mencetak gol yang masih menjadi satu-satunya gol Irak pada putaran final Piala Dunia 1986, yakni saat melawan Belgia.

Sebagaimana dilaporkan AFP dari Baghdad, Radhi dibawa ke rumah sakit pekan lalu di Baghdad setelah dites positif terkena virus corona.

BACA JUGA: Demi Tradisi Ramadan, Irak Longgarkan Lockdown Corona

Namun, dia keluar pada Kamis lalu, setelah kondisinya membaik. Hanya beberapa jam kemudian, dia masuk rumah sakit kembali karena kambuh dan meninggal pada Minggu dini hari.

Dalam video yang dilaporkan dari tempat tidurnya di rumah sakit pada Sabtu, Radhi tampak kesulitan bernapas saat petugas medis dengan perlengkapan pelindung penuh mencoba mengobatinya.

BACA JUGA: Covid-19 Masih Menghantui, Waspada terhadap Batuk dan Demam

"Terkadang sulit untuk bernapas, tetapi itu normal," katanya terdengar saat mengatakan kepada tim medis, suaranya menegang.

Radhi, seorang pemain di posisi penyerang, memimpin Irak meraih kemenangan dalam Piala Teluk 1984 dan 1988, ketika ia terpilih sebagai pesepak bola terbaik Asia.

Pada Piala Dunia 1986 di Meksiko, ia mencetak gol saat melawan Belgia namun Irak kalah 1-2 dalam pertandingan tersebut dan tersingkir dari turnamen pada babak grup tanpa satu poin pun.

Ia meninggalkan Irak pada 2006 setelah kepala Komite Olimpiade negara tersebut diculik selama puncak kekerasan sektarian setelah invasi yang dipimpin AS pada 2003.

Radhi pindah bersama keluarganya ke ibu kota Yordania Amman namun kembali ke Irak pada 2007 untuk berkarier dalam politik, menggantikan seorang anggota parlemen yang membelot untuk bergabung dengan pemberontakan berdarah yang berkecamuk di seluruh negeri.

Ia adalah kandidat gagal pada pemilihan 2014 dan 2018 bersama Aliansi Nasional, koalisi tokoh Sunni dan Syiah.

Ketika kabar meninggalnya merebak, para penggemar sepak bola di Irak pecah dalam kesedihan.

"Dengan kesedihan dan duka yang mendalam, kami berkabung untuk teman sepanjang hidup kami, bintang para penggemar kami yang bersemangat, atlet dan putra Irak yang tak tertandingi, Ahmed Radhi," kata menteri olahraga Irak yang baru Adnan Darjal, yang juga mantan bintang sepak bola.

"Selamat jalan, Abu Faisal, selamat tinggal kepada saudaraku Ahmed Radhi," tulis mantan bintang dan Presiden Liga Irak Hussein Saeed.

Direktur Asosiasi Sepak Bola Yordania Ali Al-Hussein mengatakan, dunia kehilangan 'seorang bintang olahraga yang kami hargai dan banggakan'.

Irak telah mencatat hampir 30.000 kasus virus corona dan kematian mencapai 1.000 awal pekan ini. (antara/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler