Berjihad lewat Musik Underground, Ubah Salam Metal jadi Satu Jari Tauhid

Rabu, 09 Maret 2011 – 08:08 WIB
MULTIPROFESI : Mohammad Hariadi Nasution SH alias Ombat vokalis Band Tengkorak yang juga menjadi pengacara muslim dan presiden direktur PT Sebelas April Lian Mipro di kantornya kemarin (8/3). Foto : Zulham M/Jawa Pos

Pengacara kasus terorisme dengan terpidana Muhammad Jibril, Ombat Nasution SH, memiliki dua sisi kehidupan unikSelain menjadi advokat, pria 38 tahun itu adalah pendiri sekaligus vokalis Tengkorak, band aliran heavy metal yang mengangkat tema jihad dan pesan Islam dalam karyanya.

===========================
   ZULHAM MUBARAK, Jakarta
===========================

RUMAH toko (ruko) empat lantai itu terletak di kawasan Kreo, Ciledug, Jakarta

BACA JUGA: Kisah Yaimun, Mengabdi Jadi Kepala Desa di Kampung Idiot

Begitu masuk ke dalam ruko tersebut, di lantai 1 terdapat berbagai benda promosi produk yang terbuat dari tripleks
Juga ada panggung knock down yang ditata rapi

BACA JUGA: Menikmati Laut Mati, Wisata Kesehatan yang Jadi Magnet Jordania



Di lantai 2, pemandangan terlihat berbeda jika dibandingkan dengan di lantai 1
Di lantai 2, suasananya adalah ruang kerja

BACA JUGA: Suka Kunjungi Negara yang Dimusuhi Amerika dan Eropa

Ada buku-buku yang ditata rapi di lemari khususTernyata, itu adalah ruang kerja utama Muhammad Hariadi Nasution atau lebih terkenal dengan panggilan Ombat Nasution, ketua Lembaga Bantuan Hukum Muslim Indonesia (LBHMI)

Nama Ombat kerap disinggung pers karena dia adalah kuasa hukum terpidana kasus terorisme Muhammad JibrilSehari-hari Ombat adalah pria dengan multiprofesi yang bertolak belakangSelain menjadi pengacara kasus terorisme, Ombat pendiri band aliran grindcore pertama di Indonesia yang bernama Tengkorak

Pria kelahiran Jakarta, 11 April 1973, itu juga anggota aktif Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sekaligus direktur utama PT Sebelas April Lian Mipro yang bergerak di bidang event organizer, promotor, dan merchandiseRagam profesi itu dijalankan dari ruang kendali seluas sekitar 7 meter x 4 meter di lantai 2 ruko tersebut

"Alhamdulilah, beragam profesi yang saya miliki ini saya cintai semuaJadi, nggak ada yang terbengkalai," ujar pria berkepala plontos itu, lantas tersenyum

Di meja kerjanya, setumpuk dokumen bersanding dengan belasan CD band Tengkorak yang terbentuk sejak 1993Buku-buku bertema terorisme dan Islam berjajar rapi dengan buku-buku hukum dan file kasus-kasus besar yang pernah dia tanganiTermasuk, kasus terdakwa terorisme yang menjerat pemimpin media Arrahmah Network, Muhammad Jibril

Klien Ombat itu akhirnya divonis lima tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta SelatanDia divonis bersalah karena menyembunyikan informasi pelaku terorisme dan memalsukan paspor dirinya

Ombat dan kliennya telah menyatakan ketidakpuasan dengan vonis tersebut dan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi JakartaKini, pihaknya menunggu vonis dari banding tersebutJibril sebelumnya dituntut jaksa penuntut umum (JPU) hukuman tujuh tahun penjaraDiharapkan dengan banding itu, Jibril bisa mendapatkan pengurangan hukuman dan bahkan bebas murni"Saya pribadi berharap Jibril bebas murni," kata dia.

Lulusan magister hukum (S-2) Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta itu kemudian membuka laptop di meja kerjaSetelah berbicara soal hukum, Ombat mengubah topik dan menunjukkan puluhan lagu gubahan band Tengkorak yang telah beredar dalam empat album hit single dan belasan abum kompilasiAlbum single tersebut, antara lain, Konsentrasi Massa (1999), Darurat Sipil (2002), Civil Emergency (2005), dan Agenda Suram (2007)

Band Tengkorak kini memiliki lima personel, yakni Ombat (lead vocal), Haryo ”Yoyok” Radianto (gitar), Budi (bas), Ronie Yuska (drum), dan Samir (gitar)Band itu adalah band pertama yang mengusung aliran grindcore ke Indonesia sejak berdiri pada 1993

Bahkan, Tengkorak pernah mencatatkan diri dalam album kompilasi berjudul It’s a Proud to Vomit Him (1995) bersama musisi-musisi band underground duniaAlbum tersebut dirilis ulang di tujuh negara dan distribusinya sampai di 28 negara di seluruh dunia"Aliran musik ini kan bukan musik mainstreamPasarnya, komunitas dan peredarannya memang langka, terutama di Indonesia," kata dia.

Yang membuat Tengkorak berbeda dengan band-band heavy metal lain terletak pada prinsip dan idealisme Islam dan anti-Zionis yang diusungnyaMeski tampil urakan, soal prinsip, bagi Ombat dkk, adalah nomor satuKetika azan berkumandang, mereka menghentikan aktivitasnya dan salat terlebih dahuluBagi mereka, Islam tetap nomor satu jika dibandingkan dengan apa pun
Berbeda dengan lirik lagu metal lain yang bertema anti Tuhan, memuja setan dan kebebasanLirik-lirik lagu Tengkorak bersumber dari sirah nabawi, Alquran, dan hadisMenurut Ombat, itu adalah perjuangan anak band underground untuk berjihad dengan musik.

Anggota ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) itu mengatakan, metamorfosis Tengkorak terjadi setelah bertahun-tahun berkarya di musik underground yang identik dengan perilaku kasar, arogan, dan liarDulu Tengkorak sama seperti band underground lain yang menggunakan simbol metal tiga jari, yakni tanda jempol, telunjuk, dan jari kelingking

Ternyata, simbol itu merujuk pada simbol setan dengan dua tanduknya dan anti-TuhanKini, Tengkorak menggagas tren baru, yakni mengganti salam metal dengan salam satu jariGerakan dengan menunjukkan jari telunjuk ke arah langit itu telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa dan diikuti jutaan pencinta musik metal di Asia Tenggara dan Timur Tengah"Itu berarti tauhid, yakni percaya kepada satu Tuhan: Allah," ujar dia.

Awal metamorfosis itu terjadi sekitar sepuluh tahun silamKetika itu, Ombat dan rekan-rekannya mendapatkan hidayah dan tersadar bahwa karya musik mereka adalah konspirasi Barat untuk merusak generasi mudaSejak saat itu, band yang memiliki ratusan ribu fans fanatik di Asia Tenggara tersebut memutuskan membawakan aliran musik tauhid

Walaupun tetap melahirkan musik dengan tempo cepat dan keras, lirik-lirik yang diusung kini bertema jihad dan anti-Israel"Kami memiliki pesan dalam musik kami, yakni anti pemurtadan oleh Israel dan Amerika Serikat," tegasnya.

Ombat meyakini, untuk menghancurkan negeri-negeri muslim, khususnya di Indonesia, negeri Zionis dan AS tidak perlu menggunakan serangan fisikTapi, mereka menjejali pemuda dengan obat-obatan terlarang, minuman keras, film porno, media gosip, termasuk aliran musik underground yang mendewakan simbol setan dan anti-TuhanTak sedikit para fanatik musik underground yang benar-benar menyembah logo-logo setan, dajal, dan simbol okultisme atau aliran ilmu sihir yang berasal dari Yahudi

Ombat sadar, musik bisa dijadikan alat dan doktrin untuk pembodohanItulah sebabnya, Tengkorak memutuskan melawan pemurtadan dengan senjata musikKomunitas underground muslim tidak hanya menjadikan musik sebagai sarana, tetapi juga ingin membangun perspektif baru: bermusik, tetapi punya moralitas dan tetap religius"Bahkan, beberapa kali kami manggung dan menggalang dana untuk Palestina," ujar dia

Jawa Pos pun menyaksikan rekaman video Tengkorak ketika tampil di salah satu acara musik di JakartaKetika para personel naik ke atas panggung, teriakan ”Assalamualaikum” bersahut-sahutan dari ratusan penontonOmbat yang memegang mike langsung dengan lantang meneriakkan kalimat takbir yang dijawab dengan lantang oleh lautan penonton yang terdiri atas para pemuda gondrong, kumal, dan berpenampilan layaknya premanKesan angker yang melekat pada para penikmat musik heavy metal seketika luntur

Menurut Ombat, itu bukti bahwa Islam adalah agama universal dan diterima semua kalanganBahkan, kata dia, mantan pemuja setan pun bisa bertobat dan memeluk Islam jika media dakwah yang disampaikan sesuai dengan kehendak hati mereka

Wakil ketua Kongres Advokat Indonesia (KAI) Provinsi Banten itu lantas menunjukkan salah satu lirik lagu Tengkorak dalam bahasa Inggris yang berjudul JihadTo whom it may concern, which testify to SyahadatIsrael had declared a war by throwing words.  Let’s fight in the name of Allah, jihad fi sabilillah(Bagi siapa pun yang merasa telah bersaksi dan menyebut SyahadatIsrael telah menyatakan perang dengan menggunakan kata-kata (ideologi, Red), mari berperang dengan atas nama AllahMari berjihad di jalan Allah)

Ombat mengatakan, lirik lagu Jihad pernah menjadi perhatian media-media asingBahkan, sekitar lima kali Ombat diwawancarai media dari AS dan Jepang untuk sekadar memastikan, apakah band Tengkorak itu berafilisasi dengan terorisme atau tidakDalam berbagai sesi wawancara tersebut, Ombat dengan tegas menyatakan bukan teroris, tetapi dirinya anti-Zionis dan anti pemurtadan oleh Yahudi

Tengkorak, kata dia, tidak pernah takut melawan konspirasi pemurtadan akidah Islam"Tapi, kami hanya mampu berjihad dengan musikKarena itu, sampai kapan pun ini akan kami maksimalkan," tegasnya(c6/kum)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ketika Perekonomian Jordania Kehilangan Oksigen Akibat Revolusi Arab


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler