Berkat Bantuan Kementan, Panen di Subang lebih Optimal

Minggu, 07 Januari 2018 – 13:23 WIB
Petani sedang memanen padi. Foto: Ist

jpnn.com, SUBANG - Memasuki awal 2018, produksi padi di Kabupaten Subang, Jawa Barat cukup berlimpah.

Ini sama dengan berbagai tempat yang sejak Desember 2017 hingga memasuki Minggu I Januari 2018 selalu ada panen.

BACA JUGA: Produksi Padi Aman, Pasokan Gabah Masih Terus Mengalir

"Hampir setiap hari di desa-desa wilayah Subang dilakukan panen," kata Heri Haperi Kepala UPTD Kecamatan Pabuaran saat mengunjungi lokasi panen padi bersama-sama Tim dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian di desa Pringkasep, dan desa Salam Jaya Kecamatan Pabuaran, kabupaten Subang, Jabar.

Sebelumnya Tim dari BKP juga menyaksikan panen di desa Bantarsari, Kecamatan Cijambe.

BACA JUGA: Produksi Melimpah, Petani Maduran Tolak Impor Beras

"Dari panen yang kami saksikan ini menunjukan hampir di beberapa Kecamatan di kabupaten Subang juga melakukan panen," tambah Heri.

Beberapa lokasi panen yang sudah dilakukan antara lain adalah, minggu I desa Pringkasap 70 ha, di desa Salamjaya 70 ha, dan di desa Pabuaran 63 ha.

BACA JUGA: Pasokan dan Harga Cabai Nasional di Wilayah Papua Barat Aman

"Setiap minggu para petani melakukan panen seluas 15 ha, bahkan pada minggu ke IV diperkirakan mencapai 30 hektar, sehingga total panen seluruhnya di kecamatan Pabuaran panen bulan januari mencapai 263 ha," jelas Heri.

Sementara itu, menurut Penyuluh Pertanian THL Kecamatan Pabuaran, Dedy, panen tahun ini lebih bagus dibanding tahun sebelumnya.

"Berkat bantuan Kementerian Pertanian, khususnya benih padi Ciherang, Inpari 33 dan Mekonga, produksi sekarang mampu mencapai 7 ton per hektar," ujarnya.

"Padahal sebelumnya hanya sekitar 3 ton/ha," tambah Dedi yang memiliki wilayah binaan di desa Pabuaran dan desa Kedaung, Subang, Jawa Barat.

Sementara itu Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Kabupaten Subang, Asep Heryana mengatakan di wilayahnya diperkirakan akan terus ada panen.

"Sejak bulan Desember telah dilakukan panen di beberapa kecamatan, dan diperkirakan akan terus panen sampai bulan April 2018," kata Asep.

Asep juga memastikan Kabupaten Subang setiap tahunnya mengalami surplus beras sehingga berkontribusi cukup besar dalam penyediaan beras di provinsi Jawa Barat.

"Dengan produksi sekitar 1,2 juta ton, dan setelah dikurangi untuk kebutuhan, sekitar 550 ribu ton, setiap tahunnya Subang surplus sekitar 650 ribu ton," jelas Asep.

Menurut Asep, Kabupaten Subang penyumbang penyediaan beras terbesar ketiga setelah Kabupaten Indramayu dan Karawang. (adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Petani Tegal Tegaskan Menolak Impor Beras


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Kementan  

Terpopuler