Berkunjung ke Desa Budaya di Bali, Menko Airlangga Berharap UMKM Lokal Segera Bangkit

Sabtu, 22 Agustus 2020 – 15:55 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Instagram

jpnn.com, BALI - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini langkah pemerintah mendorong kebangkitan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal merupakan kebijakan tepat dalam mempercepat pemulihan ekonomi.

“Dalam rangka pemulihan ekonomi, Indonesia membutuhkan dunia usaha, termasuk UMKM lokal untuk segera bangkit,” kata Airlangga Hartarto dalam kunjungan kerjanya di Desa Budaya Kertalangu, Bali, Sabtu (22/8).

BACA JUGA: Sindir Sri Mulyani, Rocky Gerung: Kalau tidak Betah Jangan Curhat

Turut hadir dalam kegiatan ini Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, serta Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Budi Gunadi.

Menko Airlangga yang juga menjabat Ketua Komite Penananganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional menyatakan, UMKM memiliki peran besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Banser vs Dedengkot HTI, Warning untuk Gibran, Antasari Bersuara Lagi

Segmen skala usaha UMKM, lanjutnya, mempekerjakan sekitar 116,9 juta orang sehingga pada tahun 2018 mampu menyerap 97% tenaga kerja nasional.

Sedangkan, dari sisi jumlah pelaku usaha, pada tahun yang sama, UMKM berkontribusi sebesar 61% terhadap PDB.

BACA JUGA: Menko Airlangga Minta Belanja Pemerintah Terus Dilakukan dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Beberapa capaian tersebut, menurut Airlangga, mencerminkan bahwa UMKM berperan besar dalam kontribusi pertumbuhan ekonomi.

Oleh karena itu, lanjutnya, diperlukan dukungan dunia usaha termasuk UMKM agar perekonomian Indonesia tidak mengalami perlambatan yang dalam serta mampu tumbuh pada triwulan III dan IV tahun 2020.

Untuk mempercepat pemulihan ekonomi diperlukan dorongan dari seluruh pihak termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga penyalur KUR, penjamin KUR hingga partisipasi UMKM lokal. UMKM lokal diharapkan dapat bangkit dapat bangkit sehingga dapat membantu perekonomian nasional.

“Implementasi tersebut kami wujudkan dalam bentuk pelaksanaan Penyaluran KUR Bangkitkan UMKM Lokal untuk Pemulihan Ekonomi Nasional hari ini,” kata Airlangga.

Sejauh ini, total KUR yang disalurkan oleh Lembaga Penyalur KUR mencapai Rp18,13 miliar yang diberikan kepada 136 debitur.

Penyaluran KUR tersebut secara live dilaksanakan di beberapa lokasi kantor lembaga penyalur KUR antara lain Bank BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank BTN, BPD Bali, BCA, Bank Mandiri Taspen, Bank Bukopin, Bank Sinarmas, BRI Syariah, dan KSP Guna Prima Dana. Selain itu, lembaga penjamin KUR seperti PT Askrindo dan PT Jamkrindo juga turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Penyaluran CSR
Selain penyaluran KUR untuk UMKM lokal, dalam kunjungan kerja kali ini juga dilakukan penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) oleh lembaga penyalur KUR dengan nilai sebesar Rp4,52 miliar.

Sebagai informasi, pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk memulihkan UMKM pada masa pandemi Covid-19 di antaranya melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan alokasi anggaran untuk UMKM sebesar Rp123,46 triliun dari total biaya penanganan Covid-19 Rp695,20 triliun.

“Program PEN terus didorong untuk membantu masyarakat produktif memulihkan dan membangkitkan UMKM dan menumbuhkan kembali kegiatan ekonomi, mengingat peranan UMKM yang sangat besar bagi perekonomian,” imbuhnya.

Upaya pemerintah berikutnya yaitu memberikan relaksasi kebijakan penundaan angsuran pokok KUR selama 6 bulan dan penundaan sementara kelengkapan dokumen administrasi sampai dengan berakhirnya masa pandemi Covid-19.

Selain itu, pemerintah juga memberikan tambahan subsidi bunga KUR dari 6persen selama 3 bulan dan 3% selama 3 bulan, menjadi sebesar 6% sampai dengan Desember 2020.

Upaya ini dilakukan untuk menjaga likuiditas dan meningkatkan kemampuan UMKM terhadap akses pembiayaan.

Langkah selanjutnya yang dilakukan pemerintah untuk mendorong UMKM menumbuhkan kegiatan ekonomi adalah menunda penetapan target penyaluran KUR sektor produksi tahun 2020 yang sebelumnya ditetapkan sebesar 60persen.

Upaya berikutnya yaitu Pemerintah menetapkan skema KUR Super Mikro yang utamanya menyasar pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau ibu rumah tangga yang menjalankan usaha produktif.

“Berbagai langkah ini diharapkan dapat memberikan penguatan bagi UMKM untuk bertahan dan bangkit pada masa Covid-19,” tutur Airlangga.

Airlangga berharap sinergi kuat antara program pemerintah melalui Kemenko Perekonomian dengan Pemerintah Daerah, penyalur KUR, dan penjamin KUR dalam membangkitkan kembali aktivitas usaha UMKM dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Saya berharap optimalisasi penyaluran KUR kepada UMKM lokal ini dapat memperkuat ekonomi lokal untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” pungkasnya. (flo/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler